Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pelatihan AI untuk Guru dan Siswa Sumbar Dorong Literasi Digital

Pemprov Sumbar bersama Ruang Guru gelar pelatihan literasi kecerdasan artifisial bagi guru dan siswa SMA/SMK, bertujuan memperkuat kemampuan berpikir kritis dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab dalam pembelajaran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pelatihan AI untuk Guru dan Siswa Sumbar Dorong Literasi Digital
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui program AI Ready ASEAN menggelar pelatihan literasi kecerdasan artifisial bagi para pendidik dan peserta didik tingkat menengah di seluruh wilayah provinsi. Kegiatan yang dihadiri oleh kepala sekolah, guru, serta siswa SMA dan SMK ini digelar dalam kerja sama dengan Ruang Guru dan ASEAN Foundation, dengan fokus pada penguatan kompetensi digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang telah dilakukan, menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun fondasi pendidikan berbasis teknologi.

Ia menekankan pentingnya menyikapi perkembangan AI secara positif dan proaktif, bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai alat pendukung pembelajaran yang perlu dikelola secara bijak. Menurutnya, tugas utama dunia pendidikan kini bukan hanya menyampaikan materi, tetapi membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis, kemandirian dalam mencari informasi, serta kapasitas membedakan kebenaran dan kekeliruan dalam era informasi yang sangat terbuka.

Pelatihan ini dirancang agar siswa tidak hanya mampu mengakses jawaban secara instan, tetapi juga dilatih untuk memahami konteks persoalan, merumuskan pertanyaan kritis, mengeksplorasi berbagai solusi, dan mampu mempertanggungjawabkan pilihan yang diambil. Gubernur menegaskan bahwa tujuan jangka panjang adalah menciptakan generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pemaham, pengguna produktif, dan potensi inovator yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Peran guru dan sekolah dinilai sebagai penentu utama dalam transformasi ini. Dengan pendampingan yang tepat, guru diharapkan mampu menjadi fasilitator pembelajaran yang mendorong kreativitas, kritisisme, dan etika digital. Pelatihan yang berlangsung di Padang ini diharapkan menjadi model pengembangan literasi digital yang dapat direplikasi di daerah lain, memastikan pendidikan di Sumatera Barat tetap relevan dan siap menghadapi tantangan era digital.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya