Pemantauan Pekanan Penerimaan Pajak Diperkuat untuk Capai Target APBN 2026
DJP memperkuat pemantauan penerimaan pajak secara mingguan untuk mengejar sisa target Rp750 triliun hingga akhir 2026.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.22 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 119x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memperkuat mekanisme pemantauan penerimaan negara setiap pekan guna menjamin realisasi target anggaran tahunan. Langkah ini dilakukan melalui proses rekonsiliasi rutin bersama berbagai direktorat jenderal terkait, termasuk yang menangani penerimaan negara bukan pajak, cukai, dan kepabeanan. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara penerimaan, belanja, dan pembiayaan negara agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dalam kondisi sehat dan berkelanjutan.
Kegiatan rekonsiliasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup data dari sisi penerimaan, pengeluaran, serta perencanaan anggaran yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Anggaran dan Perbendaharaan. Dengan pendekatan koordinatif ini, pemerintah dapat menyesuaikan langkah-langkah kebijakan fiskal secara tepat waktu, memastikan tidak terjadi ketimpangan antara realisasi pendapatan dan kebutuhan pengeluaran. Koordinasi lintas sektor ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas fiskal di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Dalam keterangan resmi, Direktur Jenderal Pajak menegaskan bahwa jika diperlukan, pemerintah tetap siap mempertimbangkan instrumen pembiayaan seperti penerbitan surat berharga negara (SBN) maupun sukuk. Langkah tersebut akan diambil sebagai bagian dari strategi keseimbangan fiskal, terutama jika terjadi ketidaksesuaian antara penerimaan dan belanja. Penyesuaian ini dilakukan secara proporsional agar tidak mengganggu kesehatan APBN secara keseluruhan.
Hingga 30 September 2026, realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp1,607 triliun, atau setara 68,2 persen dari target APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.357 triliun. Sisa penerimaan yang harus dicapai hingga akhir tahun diperkirakan mencapai Rp750 triliun. Untuk mengejar target tersebut, DJP menargetkan optimalisasi dari sektor-sektor dengan pertumbuhan signifikan, seperti perdagangan daring, industri pengolahan, pertambangan, transportasi, pergudangan, serta jasa perusahaan.
Fokus khusus diberikan pada aktivitas yang berpotensi besar menghasilkan penerimaan, seperti perdagangan bahan bakar minyak, produksi minyak sawit mentah (CPO), pertambangan migas, industri logam dasar, dan layanan konsultasi manajemen. Selain itu, sektor konstruksi, real estat, dan transportasi juga menjadi prioritas untuk pengembangan potensi pajak yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat pengawasan, pemeriksaan, dan penerapan hukum secara tegas terhadap pelanggaran perpajakan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Transmart gelar diskon besar-besaran untuk sepeda listrik hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit tertentu, berlaku 25 Oktober 2025 di seluruh gerai.
24 Oktober 2026

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Perseroan menyatakan belum ada perubahan pengendalian meski transaksi saham ke Jhonlin Baratama terjadi pada harga seragam Rp2.588 per saham.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.06 WITA

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Wall Street Picu Pelemahan Bursa Asia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

IHSG Melonjak, Saham BBRI dan AMMN Pimpin Penguatan Pasar
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.03 WITA

