Pemerintah Kaji Moratorium Smelter Setengah Jadi
Pemerintah meninjau kebijakan moratorium smelter nikel setengah jadi untuk mengatasi oversupply global dan mendorong nilai tambah 100% dalam negeri.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.45 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 120x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mempertimbangkan kebijakan pengaturan pasokan hasil pemurnian nikel guna menangani kondisi oversupply yang mencapai 2,5 juta ton antara produksi global dan konsumsi dunia. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan berupa moratorium bijih nikel, melainkan peninjauan terhadap pembangunan smelter setengah jadi baru. Tujuannya adalah memastikan seluruh proses industri berakhir di dalam negeri dengan nilai tambah maksimal.
Bahlil menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat sejumlah fasilitas yang menghasilkan produk antara seperti NPI, FeNi, dan Matte dengan tingkat konversi antara 50% hingga 60%. Produk-produk tersebut dinilai belum mencapai target hilirisasi penuh. Oleh karena itu, pemerintah sedang mengkaji penataan kembali produk olahan setengah jadi agar tidak semakin memperparah kelebihan pasokan di pasar global. Kajian ini juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat industri hilir dalam negeri.
Dalam konteks produksi, Indonesia telah menjadi pemain utama dunia dengan capaian 2,5 juta ton nikel olahan pada 2025, yang mencakup 60% dari kebutuhan global. Produksi tersebut berasal dari kombinasi proses pirometalurgi dan hidrometalurgi, dengan rincian 2,05 juta ton berupa produk intermediate dan 450 ribu ton berupa MHP (nikel sulfat). Meski terjadi penurunan proyeksi produksi sekitar 3,5% hingga 4% pada 2026, proyeksi menunjukkan peningkatan signifikan pada 2027.
Peningkatan kapasitas tersebut didorong oleh sejumlah proyek hidrometalurgi berbasis HPAL yang mulai memasuki tahap komisioning dan operasi penuh. Proyek-proyek ini difokuskan pada pengolahan nikel untuk bahan baku baterai kendaraan listrik. Diperkirakan kapasitas produksi MHP nasional akan melonjak melebihi 900 ribu ton pada akhir 2027, menjadikan Indonesia sebagai penyedia nikel terbesar dunia.
Pemerintah menekankan bahwa langkah-langkah yang diambil bukan untuk menekan produksi, melainkan untuk mengarahkan alur industri agar lebih berkelanjutan dan berbasis nilai tambah tinggi. Fokus utama adalah mendorong pengembangan manufaktur hilir yang mampu menyerap bahan baku setengah jadi secara maksimal di dalam negeri, sehingga tidak perlu lagi diekspor dalam bentuk mentah atau setengah jadi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

