Pemerintah Perkuat Akuntabilitas MBG dengan Validasi Data dan AI
Pemerintah memperbaiki program Makan Bergizi Gratis melalui validasi data berbasis NIK dan penerapan AI untuk pemantauan dapur, demi menjamin keakuratan dan keamanan penyaluran.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 17.58 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 85x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mewajibkan validasi data penerima berdasarkan nama dan alamat lengkap, yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Langkah ini dicanangkan sebagai upaya mencegah penyimpangan dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran kepada kelompok prioritas, termasuk siswa, santri, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Penyempurnaan sistem data menjadi fondasi utama dalam penilaian efektivitas program serta pemantauan dampak jangka panjang.
Dalam rapat koordinasi tingkat menteri, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program ini harus bebas dari praktik korupsi yang sebelumnya melibatkan oknum melalui yayasan dan titik penyaluran fiktif. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang terbukti sengaja akan diproses hukum secara tegas. Pembenahan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat implementasi MBG secara merata, terutama di wilayah 3T dan daerah dengan tingkat stunting tinggi.
Untuk memperkuat pengawasan operasional, Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menerapkan sistem pemantauan berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui kamera pengawas (CCTV) di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, sekitar 70 dapur sedang dalam tahap uji coba koneksi CCTV ke pusat, dengan AI yang menganalisis kepatuhan terhadap SOP, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga kebersihan peralatan. Tujuannya adalah menjamin standar kesehatan dan kualitas pangan secara konsisten.
Selain itu, penguatan peran Satgas MBG di tingkat daerah juga menjadi fokus, dengan peningkatan kapasitas pemantauan sesuai ketentuan Perpres No. 115 Tahun 2025. Program ini juga mencakup tiga pilar utama lainnya: percepatan pemerataan ke daerah terpencil, perbaikan tata kelola dapur melalui pendataan ulang dan insentif baru sebesar Rp2.000 per porsi, serta pengujian model prasmanan untuk meningkatkan keamanan dan mutu gizi makanan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

