Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Perkuat Pesantren dan Bahas APBN 2027

Pemerintah memperkuat kelembagaan pesantren menjelang Hari Santri 2026, sekaligus membahas arah kebijakan fiskal dan postur APBN 2026–2027 dalam rapat Wantimpres dengan Menkeu.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 09.27 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 35x dibuka
Pemerintah Perkuat Pesantren dan Bahas APBN 2027📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali menegaskan komitmen memperkuat peran pesantren sebagai institusi strategis dalam pembangunan karakter bangsa, menjelang peringatan Hari Santri 2026. Langkah ini diwujudkan melalui upaya optimalisasi kelembagaan pondok pesantren di seluruh wilayah, termasuk penguatan sistem pendidikan dan kemandirian ekonomi pesantren. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan bahwa santri memiliki kontribusi vital dalam membangun ketahanan nasional.

Dalam konteks pemilu, pansel seleksi anggota KPU periode 2027–2032 telah resmi dibentuk dan siap diumumkan secara resmi dalam waktu dekat. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menjelang pemilihan umum mendatang, dengan harapan dapat menghasilkan komisioner yang profesional, independen, dan mewakili keberagaman kepentingan nasional. Komisi II DPR menyatakan bahwa proses seleksi akan berjalan transparan dan berbasis kompetensi.

Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan. Arah kebijakan ini dipandang krusial untuk menjaga ekosistem, menjaga kesehatan masyarakat, serta menekan dampak perubahan iklim. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa langkah antisipatif dan kolaboratif antarlembaga menjadi kunci utama dalam mengatasi ancaman tersebut.

Di sisi lain, Wantimpres RI menggelar Rapat Pleno Ketiga dengan mengundang Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk membahas arah kebijakan fiskal pemerintah dalam periode 2026–2027. Rapat ini menekankan perlunya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pengelolaan utang, dan alokasi anggaran yang efisien. Fokus utama adalah memastikan stabilitas fiskal nasional sambil tetap mendukung program prioritas pembangunan.

Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa solidaritas santri menjadi fondasi kekuatan bangsa. Ia menyampaikan bahwa dengan semangat persatuan dan kebersamaan, Indonesia dapat tumbuh lebih tangguh dan berkelanjutan. Peran pesantren sebagai pusat pendidikan moral dan kebangsaan terus dijaga sebagai bagian integral dari upaya membangun generasi unggul dan berakhlak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya