Pemerintah Perkuat Target Subsidi BBM dan LPG Berbasis Desil
Pemerintah mematangkan sistem berbasis desil untuk menentukan kelompok masyarakat yang layak menerima subsidi Pertalite dan LPG 3 kg guna memastikan penyaluran tepat sasaran.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 12.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah menyempurnakan mekanisme distribusi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dengan mengandalkan data kesejahteraan berbasis desil. Langkah ini diambil untuk memastikan alokasi subsidi benar-benar mengarah pada masyarakat yang membutuhkan, bukan pada kelompok mampu yang berpotensi menyalahgunakan akses. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa validitas data menjadi kunci utama dalam implementasi kebijakan ini, agar tidak terjadi penyimpangan meski tujuan awalnya baik.
Pembatasan penggunaan Pertalite bersubsidi sedang dipelajari untuk kelompok masyarakat kategori desil 9 dan 10, yang mencakup kelas menengah atas hingga atas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa diskusi mengenai skema pembatasan sedang berlangsung, dengan tujuan mengurangi subsidi secara bertahap bagi yang tidak berhak. Ia menekankan bahwa pemerintah masih dalam tahap pengkajian, termasuk mengkaji sistem yang telah dikembangkan oleh PT Pertamina sebagai pendukung pelaksanaan program.
Di bidang LPG, Kementerian ESDM juga merancang kebijakan serupa untuk LPG 3 kg. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menjelaskan bahwa penerapan sistem berbasis desil akan diterapkan agar penyaluran lebih akurat dan efisien. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya konversi energi dan penataan distribusi yang lebih terukur, terutama dalam mengurangi potensi penyalahgunaan subsidi.
Pembahasan lebih lanjut akan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan PT Pertamina guna menyelaraskan data kesejahteraan dengan sistem pendistribusian yang sudah ada. Proses ini menjadi bagian dari tindak lanjut dari pertemuan antara Menteri ESDM dan Menteri Keuangan yang menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan kebijakan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Sementara itu, pemerintah tetap menegaskan bahwa belum ada keputusan final mengenai waktu pelaksanaan kebijakan. Namun, semua elemen terkait telah mulai mempersiapkan infrastruktur dan mekanisme teknis guna mendukung implementasi di masa depan. Tujuan utamanya tetap sama: memastikan subsidi energi benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan, tanpa menimbulkan ketimpangan atau pemborosan anggaran.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan campuran solar B50, memicu minat belajar dari Jepang hingga negara Eropa terkait implementasi dan regulasinya.
9 September 2026

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Pemadaman listrik berkepanjangan selama 48 jam di Gambia memicu unjuk rasa besar-besaran di Banjul dan daerah lain, dengan massa menuntut presiden Adama Barrow mundur, sementara pihak berwenang mengaku penyebabnya adalah lonjakan beban dan gangguan teknis.
9 September 2026

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Ratusan warga eks bantaran rel Senen kini tinggal di hunian sementara yang disediakan pemerintah, menandai realisasi program relokasi dan penataan kawasan.
9 September 2026

Pemerintah Siapkan Rp17 T untuk Bansos Beras Hingga Akhir 2026
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp17 triliun untuk penyaluran bantuan beras 30 kg per keluarga penerima hingga akhir 2026, dengan distribusi secara rutin dan terkonsentrasi.
9 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA


