Pemerintah Perkuat Upaya Padamkan Karhutla Lewat Modifikasi Cuaca
Pemerintah menerapkan modifikasi cuaca dengan sebar garam dan dry ice di empat provinsi untuk kurangi karhutla dan tingkatkan kualitas udara.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 65x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali memperkuat respons terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menerapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah provinsi yang terdampak. Langkah ini dilakukan melalui penebaran garam (NaCl) dan dry ice dari udara, guna memicu turunnya hujan secara alami di wilayah kritis. Koordinasi operasional dilakukan melalui posko strategis yang tersebar di Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.
Di Sumatera Selatan, OMC telah berlangsung sejak 16 Oktober dengan total delapan kali penerbangan. Dalam operasi tersebut, 1.600 kilogram garam dan 4.000 kilogram dry ice disebar dari Posko Palembang. Hasil awal menunjukkan penurunan konsentrasi partikel PM 2.5 serta peningkatan jarak pandang, yang mencerminkan peningkatan kualitas udara. Di Lampung, kegiatan dilakukan dari 15 hingga 18 Oktober dengan enam sorti penerbangan, menghasilkan penyebaran 4.000 kg dry ice.
Di Kalimantan Tengah, operasi telah berjalan sejak 26 Agustus dengan 48 kali penerbangan, menyebar 43.800 kilogram garam. Dari posko bantuan di Kalimantan Selatan, dua sorti penerbangan telah dilakukan, menyebarkan 800 kg garam dan 800 kg dry ice. Hasil pemantauan lapangan menyebutkan hujan turun di sejumlah wilayah seperti Kotawaringin Timur, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.
Di Kalimantan Selatan, sebanyak 23 sorti penerbangan dilakukan sejak 10 Oktober, menggunakan dua unit pesawat. Total garam yang disebarkan mencapai 23 ribu kilogram, menghasilkan volume curah hujan sebesar 222,67 juta meter kubik. Hujan tercatat terjadi di Tabalong, Tapin, dan Barito Kuala. Sementara di Kalimantan Barat, 107 kali penerbangan telah dilakukan sejak 22 Agustus, menyebar 98.800 kilogram garam. Pada 19 Oktober, hujan turun di Sanggau, Kubu Raya, Sambas, Landak, Kayong Utara, Pontianak, Bengkayang, Kapuas Hulu, Singkawang, dan Ketapang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

