Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemerintah Perkuat Upaya Padamkan Karhutla Lewat Modifikasi Cuaca

Pemerintah menerapkan modifikasi cuaca dengan sebar garam dan dry ice di empat provinsi untuk kurangi karhutla dan tingkatkan kualitas udara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 65x dibuka
Pemerintah Perkuat Upaya Padamkan Karhutla Lewat Modifikasi Cuaca📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kembali memperkuat respons terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menerapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah provinsi yang terdampak. Langkah ini dilakukan melalui penebaran garam (NaCl) dan dry ice dari udara, guna memicu turunnya hujan secara alami di wilayah kritis. Koordinasi operasional dilakukan melalui posko strategis yang tersebar di Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Di Sumatera Selatan, OMC telah berlangsung sejak 16 Oktober dengan total delapan kali penerbangan. Dalam operasi tersebut, 1.600 kilogram garam dan 4.000 kilogram dry ice disebar dari Posko Palembang. Hasil awal menunjukkan penurunan konsentrasi partikel PM 2.5 serta peningkatan jarak pandang, yang mencerminkan peningkatan kualitas udara. Di Lampung, kegiatan dilakukan dari 15 hingga 18 Oktober dengan enam sorti penerbangan, menghasilkan penyebaran 4.000 kg dry ice.

Di Kalimantan Tengah, operasi telah berjalan sejak 26 Agustus dengan 48 kali penerbangan, menyebar 43.800 kilogram garam. Dari posko bantuan di Kalimantan Selatan, dua sorti penerbangan telah dilakukan, menyebarkan 800 kg garam dan 800 kg dry ice. Hasil pemantauan lapangan menyebutkan hujan turun di sejumlah wilayah seperti Kotawaringin Timur, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.

Di Kalimantan Selatan, sebanyak 23 sorti penerbangan dilakukan sejak 10 Oktober, menggunakan dua unit pesawat. Total garam yang disebarkan mencapai 23 ribu kilogram, menghasilkan volume curah hujan sebesar 222,67 juta meter kubik. Hujan tercatat terjadi di Tabalong, Tapin, dan Barito Kuala. Sementara di Kalimantan Barat, 107 kali penerbangan telah dilakukan sejak 22 Agustus, menyebar 98.800 kilogram garam. Pada 19 Oktober, hujan turun di Sanggau, Kubu Raya, Sambas, Landak, Kayong Utara, Pontianak, Bengkayang, Kapuas Hulu, Singkawang, dan Ketapang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya