Pemerintah Pertimbangkan Batasi Pertalite untuk Kendaraan Mewah
Pemerintah kaji pembatasan penggunaan Pertalite bagi kendaraan mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz, sementara pengguna sepeda motor tetap diperbolehkan membeli tanpa batasan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 17.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah melakukan kajian mendalam terkait penerapan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite, khususnya bagi kendaraan yang dianggap tidak sesuai kriteria penerima manfaat subsidi. Langkah ini bagian dari upaya memastikan alokasi subsidi energi tepat sasaran, menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Meski belum final, diskusi mulai difokuskan pada jenis kendaraan yang dinilai tidak layak menggunakan BBM subsidi, seperti mobil mewah dari merek ternama.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait pembatasan. Ia menyampaikan bahwa pembahasan masih berlangsung antara Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan, dengan fokus pada identifikasi kendaraan yang layak atau tidak layak menerima subsidi. “Belum ada pengumuman apa pun. Kita masih dalam proses kajian, dan hasilnya akan disampaikan setelah proses selesai,” tegasnya.
Mengenai pengguna sepeda motor, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia secara tegas menyatakan tidak ada pembatasan bagi kendaraan roda dua. Ia menekankan bahwa masyarakat pengguna motor tetap dapat membeli Pertalite di SPBU tanpa perubahan kebijakan. “Sepeda motor nggak dibatasi kok. Jangan sampai salah paham, nanti bisa menimbulkan kekeliruan informasi,” ujarnya. Menurut Bahlil, fokus pembatasan bukan pada jenis kendaraan, melainkan pada kategori pemilik yang tidak sesuai kriteria ekonomi.
Pembatasan yang sedang dipertimbangkan berbasis pada profil ekonomi masyarakat, khususnya kelompok desil 9 dan 10 yang masuk kategori menengah atas hingga kelas atas. Tujuannya agar subsidi tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak membutuhkan, sehingga anggaran dapat dialokasikan lebih efektif. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat memperkuat efisiensi anggaran negara dan memperluas manfaat subsidi bagi kelompok yang paling membutuhkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

