Pemerintah Pertimbangkan Hentikan Ekspor Gas untuk Prioritaskan Industri Dalam Negeri
Pemerintah kini menimbang opsi menghentikan ekspor gas ke negara tetangga demi menjamin pasokan untuk industri dalam negeri, sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.02 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia sedang mempertimbangkan langkah strategis untuk menghentikan ekspor gas ke negara tetangga guna menjamin ketersediaan energi bagi sektor industri dalam negeri. Keputusan ini muncul sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global yang kian memburuk, serta kebutuhan mendesak untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan energi dengan tujuan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan nilai tambah dari sumber daya alam.
Wakil Ketua Umum Kadin bidang Perindustrian, Saleh Husin, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kebijakan yang sedang dipertimbangkan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM. Menurutnya, saat ini banyak industri dalam negeri yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan gas, sehingga prioritas pada kebutuhan domestik merupakan kebijakan yang tepat dan mendesak. Ia menegaskan bahwa gas merupakan energi kunci bagi sektor manufaktur, dan pemanfaatannya secara optimal akan mendorong produksi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing nasional.
Saleh Husin menekankan bahwa langkah ini merupakan respon cepat terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menyatakan bahwa Indonesia saat ini berada dalam fase bertahan (survival). Ia menyebut bahwa kebijakan tersebut mencerminkan keselarasan antara visi kepemimpinan nasional dan implementasi kebijakan teknis di lapangan. Menurutnya, keputusan menghentikan ekspor gas bukan sekadar pertimbangan ekonomi, tetapi juga bentuk komitmen terhadap kedaulatan energi dan keberlanjutan industri nasional.
Menteri ESDM menyatakan bahwa keputusan mengenai ekspor gas akan dipertimbangkan secara matang, dengan memperhatikan kondisi internal dan eksternal. Ia menekankan bahwa dalam situasi global yang tidak menentu, negara harus lebih berhati-hati dalam menentukan prioritas penggunaan sumber daya strategis. “Kita harus memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan ekspor,” ujarnya dalam pernyataan usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

