Pemerintah Pertimbangkan Moratorium Smelter Nikel Setengah Jadi
Pemerintah kaji moratorium pembangunan smelter nikel setengah jadi guna menyesuaikan oversupply global dan dorong nilai tambah 100% dalam negeri.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.29 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 115x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tengah mengevaluasi kebijakan pengendalian pasokan nikel olahan setengah jadi, terutama dari smelter yang menghasilkan produk antara seperti NPI dan Matte. Langkah ini dilakukan menyusul kondisi pasar global yang kini mengalami surplus sebesar 2,5 juta ton antara produksi dan konsumsi. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat rantai industri hilir dan menjamin seluruh nilai tambah tetap berada di dalam negeri.
Kebijakan yang sedang dipertimbangkan mencakup moratorium atau pembatasan terhadap pembangunan fasilitas pemurnian nikel tahap pertama yang belum mencapai tingkat olahan akhir. Fokus utama kini beralih dari ekspor bahan baku setengah jadi menuju pengembangan manufaktur hilir, seperti produksi baterai dan komponen elektronik berbasis nikel. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah dan meningkatkan daya saing industri nasional.
Pada 2025, produksi nikel olahan dalam negeri mencapai 2,5 juta ton, didukung oleh kapasitas produksi nasional sebesar 2,7 juta ton Ni. Sebagian besar berasal dari proses pirometalurgi dan hidrometalurgi yang beroperasi di berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Maluku. Produk utama meliputi NPI, FeNi, Matte, serta MHP (nikel sulfat) sebanyak 450 ribu ton. Meski terjadi penurunan produksi sekitar 3,5–4% pada 2026, proyeksi menunjukkan kenaikan signifikan pada 2027.
Peningkatan kapasitas produksi akan didorong oleh selesainya konstruksi proyek HPAL (High Pressure Acid Leaching) yang berfokus pada pengolahan bahan baku untuk baterai kendaraan listrik. Diperkirakan kapasitas produksi MHP nasional akan melonjak melebihi 900 ribu ton pada akhir 2027. Dengan kapasitas tersebut, Indonesia diperkirakan tetap menjadi penyedia nikel terbesar dunia, menyerap sekitar 60% kebutuhan global.
Pemerintah menegaskan bahwa tujuan akhirnya adalah memastikan seluruh proses pengolahan nikel hingga tahap akhir dilakukan di dalam negeri. Dengan demikian, ekonomi nasional tidak hanya menikmati nilai tambah dari ekspor bahan baku, tetapi juga membangun industri strategis yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026

Bahlil Usung PNBP Batu Bara Rp165 T untuk Tutup Defisit BBM
Menteri ESDM membidik penerimaan negara bukan pajak dari batu bara tembus Rp165 triliun pada 2026, lebih tinggi dari target APBN, demi menopang defisit subsidi BBM.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya
Ai Lian Rayakan Ulang Tahun ke-7 dengan Perayaan Khusus di Chongqing
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.34 WITA

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

PLN Gelar Diskon Tambah Daya 50% Hingga 4 November
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Presiden Korea Selatan Buka Pintu Debat Politik Lewat AI
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

IKN Tandatangani Kerja Sama Rp4 Triliun untuk Percepatan Pembangunan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

Filipina Perkuat Perlindungan Pekerja dari Panas Ekstrem
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.33 WITA

