Pemerintah Tanggung Gaji Manajer Kopdes Dua Tahun
Pemerintah menanggung gaji manajer koperasi desa selama dua tahun pertama untuk memastikan operasional berjalan optimal dan penyaluran subsidi lebih akurat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.37 WITA·👁 3 orang membaca· 1 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah akan menanggung seluruh biaya gaji manajer koperasi desa atau kelurahan (Kopdes) selama dua tahun pertama operasional. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur ekonomi lokal dan mempercepat efektivitas penyaluran bantuan sosial. Menteri Keuangan menyatakan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk skema ini telah diproyeksikan secara matang dan tidak menimbulkan beban berlebihan bagi APBN.
Kegiatan operasional Kopdes diarahkan untuk menampung dan mendistribusikan berbagai jenis barang bersubsidi, mulai dari bahan pokok hingga kebutuhan dasar lainnya. Dengan sistem ini, pemerintah optimistis koperasi desa dapat mencatatkan keuntungan dalam jangka menengah, seiring dengan peningkatan efisiensi dan transparansi dalam distribusi. Purbaya menegaskan bahwa jika semua proses berjalan sesuai rencana, Kopdes akan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi desa.
Untuk memastikan keberhasilan program, pemerintah membentuk satuan tugas lintas kementerian yang mengawasi seluruh tahapan penyaluran bantuan melalui Kopdes. Satgas ini melibatkan Kementerian Keuangan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Koordinasi antar lembaga ini bertujuan menghindari penyimpangan dan memperkecil risiko kebocoran dana sosial.
Purbaya menilai bahwa pendekatan berbasis Kopdes bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga bentuk transformasi sistemik dalam pengelolaan subsidi. Dengan melibatkan komunitas lokal dalam distribusi, pemerintah meyakini akan terjadi penghematan signifikan dalam anggaran sosial. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tergantung pada kinerja manajemen Kopdes dan pengawasan yang ketat dari satgas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


