Pemprov DKI Jamin KJP dan KJMU Tepat Sasaran 2027
Pemprov DKI menegaskan keberlanjutan bantuan pendidikan KJP Plus dan KJMU melalui verifikasi data dan transisi ke DTSEN tanpa mengorbankan penerima manfaat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.17 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 87x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen untuk memastikan program bantuan pendidikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tetap menjangkau keluarga berpenghasilan rendah secara akurat dan berkelanjutan. Dalam rapat paripurna DPRD DKI, Wakil Gubernur Rano Karno menyampaikan bahwa proses verifikasi data dilakukan secara mendalam sesuai kriteria yang telah ditetapkan, dengan tetap memperhatikan hak penerima bantuan yang telah lama terdaftar.
Pemantauan dan penyesuaian data dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keadilan dan transparansi dalam distribusi bantuan. Salah satu langkah strategis adalah migrasi sistem data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang tetap menjaga keberlanjutan bantuan bagi penerima KJP Plus dan KJMU yang sedang menempuh pendidikan. Tujuannya agar peserta didik dan mahasiswa tidak terputus dukungan saat menyelesaikan studi.
Pada tahun 2026, pencairan dana KJP Plus Tahap II untuk bulan Agustus telah dilakukan pada 5 Oktober, menjangkau sebanyak 661.209 peserta. Sementara itu, program KJMU menyerap 16.979 mahasiswa pada tahap pertama dan 16.920 mahasiswa pada tahap kedua di perguruan tinggi di Jakarta. Anggaran yang dialokasikan untuk KJMU mencapai hampir Rp399 miliar, sedangkan KJP Plus dibebankan pada anggaran hampir Rp3,4 triliun.
Terhadap pertanyaan fraksi-fraksi di DPRD DKI terkait pendidikan swasta gratis, Rano menegaskan bahwa program pendanaan bagi satuan pendidikan swasta tetap berjalan sesuai peraturan perundang-undangan. Pemprov DKI menekankan prinsip kelayakan, pengawasan ketat, dan alokasi dana yang proporsional demi mewujudkan pendidikan inklusif dan berkeadilan. Tujuan utamanya adalah menjamin akses layanan pendidikan yang merata tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

