Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemuda Tertusuk Parang Saat Lari dari Pengejaran di Cengkareng

Seorang pemuda bernama Axel menjadi korban penyerangan dengan senjata tajam di Cengkareng, Jakarta Barat, setelah terlibat bentrok ringan saat pulang dari kumpul bersama teman-temannya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemuda Tertusuk Parang Saat Lari dari Pengejaran di Cengkareng
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Peristiwa kekerasan terjadi pada dini hari Kamis di kawasan Kapuk, Cengkareng, ketika seorang pemuda bernama Axel mengalami luka serius akibat pembacokan dengan parang. Kejadian bermula saat ia bersama dua temannya, Fajar dan Samuel, hendak kembali ke rumah setelah berkumpul di Pasar Rakyat Cengkareng. Saat melintas di area Pasar Dangdut, mereka bersinggungan dengan seorang pria yang terjatuh dari kendaraannya, memicu ketegangan yang kemudian memicu serangan fisik.

Menurut Sekretaris RW 16 Kapuk, Aan, pelaku yang merasa terganggu atau malu atas insiden tersebut langsung menyerang korban dengan pukulan. Ketiga pemuda berusaha melarikan diri, namun di sekitar area RT 23 dan RT 08, mereka kembali diserang oleh pelaku yang telah mengajak teman-temannya. Dalam kondisi terdesak, dua rekannya berhasil kabur, sementara Axel tertinggal dan menjadi sasaran penyerangan.

Luka yang diderita korban cukup parah, terutama pada bagian tangan, hingga mengancam keutuhan anggota tubuhnya. Berdasarkan keterangan saksi, luka akibat senjata tajam berbentuk parang mengancam keberlangsungan fungsi tangan. Axel kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng dalam kondisi kritis, dengan rencana operasi mendesak untuk menangani cedera yang hampir menyebabkan amputasi.

Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, sudah dua kali terjadi kejadian serupa yang melibatkan konflik di jalanan. Aan menekankan pentingnya peningkatan pengawasan dan koordinasi antarwarga untuk mencegah kejadian serupa. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut, dengan fokus pada kemungkinan adanya kesalahpahaman sebagai akar peristiwa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya