Pemuda Tertusuk Parang Saat Lari dari Pengejaran di Cengkareng
Seorang pemuda bernama Axel menjadi korban penyerangan dengan senjata tajam di Cengkareng, Jakarta Barat, setelah terlibat bentrok ringan saat pulang dari kumpul bersama teman-temannya.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Peristiwa kekerasan terjadi pada dini hari Kamis di kawasan Kapuk, Cengkareng, ketika seorang pemuda bernama Axel mengalami luka serius akibat pembacokan dengan parang. Kejadian bermula saat ia bersama dua temannya, Fajar dan Samuel, hendak kembali ke rumah setelah berkumpul di Pasar Rakyat Cengkareng. Saat melintas di area Pasar Dangdut, mereka bersinggungan dengan seorang pria yang terjatuh dari kendaraannya, memicu ketegangan yang kemudian memicu serangan fisik.
Menurut Sekretaris RW 16 Kapuk, Aan, pelaku yang merasa terganggu atau malu atas insiden tersebut langsung menyerang korban dengan pukulan. Ketiga pemuda berusaha melarikan diri, namun di sekitar area RT 23 dan RT 08, mereka kembali diserang oleh pelaku yang telah mengajak teman-temannya. Dalam kondisi terdesak, dua rekannya berhasil kabur, sementara Axel tertinggal dan menjadi sasaran penyerangan.
Luka yang diderita korban cukup parah, terutama pada bagian tangan, hingga mengancam keutuhan anggota tubuhnya. Berdasarkan keterangan saksi, luka akibat senjata tajam berbentuk parang mengancam keberlangsungan fungsi tangan. Axel kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng dalam kondisi kritis, dengan rencana operasi mendesak untuk menangani cedera yang hampir menyebabkan amputasi.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, sudah dua kali terjadi kejadian serupa yang melibatkan konflik di jalanan. Aan menekankan pentingnya peningkatan pengawasan dan koordinasi antarwarga untuk mencegah kejadian serupa. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian tersebut, dengan fokus pada kemungkinan adanya kesalahpahaman sebagai akar peristiwa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Program Pengawal Energi 2026 Siap Perkuat Penyaluran BBM di 3.679 SPBU
Pemerintah meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan penugasan di seluruh Indonesia melalui penempatan petugas berintegritas.
25 Oktober 2026

Data Center Skala Besar Diminta Mandiri Energi dan Air
Proyek data center besar di Indonesia, terutama yang mendukung kecerdasan buatan, diminta membangun sumber energi dan sistem air mandiri untuk menjaga keseimbangan pasokan nasional.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark, menggabungkan seni tradisi dan teknologi modern untuk menarik generasi muda.
25 Oktober 2026

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Pemerintah resmi meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan di 3.679 SPBU melalui pemberdayaan putra-putri daerah.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

