Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pemulihan Lahan Sawah Rusak Berat di Sumbar Siap Dimulai 2027

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersinergi dengan kementerian melakukan pendataan ulang lahan sawah rusak berat untuk menentukan prioritas rehabilitasi dan pemanfaatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pemulihan Lahan Sawah Rusak Berat di Sumbar Siap Dimulai 2027
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali melaksanakan pendataan menyeluruh terhadap lahan sawah yang mengalami kerusakan parah akibat bencana alam. Proses ini melibatkan instansi terkait di tingkat pusat guna memetakan kondisi terkini, menilai potensi pemulihan, serta menentukan arah penggunaan lahan yang tidak dapat dikembalikan ke fungsi semula. Pendekatan ini menjadi dasar dalam menyusun rencana strategis pemulihan pertanian di wilayah terdampak.

Hasil pendataan akan menjadi acuan utama bagi penetapan prioritas rehabilitasi. Lahan yang masih layak diperbaiki akan masuk dalam program pemulihan bertahap, sementara yang tidak dapat dipulihkan akan dipertimbangkan untuk digunakan secara alternatif, seperti pembangunan infrastruktur atau kegiatan ekonomi berbasis lahan. Pendekatan berbasis data ini diharapkan mempercepat proses pemulihan dan meminimalkan kerugian ekonomi di sektor pertanian.

Target implementasi pemulihan lahan rusak berat ditetapkan pada tahun 2027. Penetapan waktu ini didasarkan pada evaluasi kesiapan teknis, ketersediaan anggaran, serta koordinasi lintas sektor. Dengan jadwal yang jelas, pemerintah berharap dapat memulihkan produktivitas lahan sawah secara bertahap dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Pendekatan sistematis ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam memastikan keberlanjutan sektor pertanian pasca-bencana. Dengan basis data akurat, kebijakan yang diambil diharapkan lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah yang rentan bencana.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya