Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penanganan Karhutla Ditingkatkan, Tindak Tegas untuk Pelanggar

Pemerintah memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dengan pendekatan terpadu, penindakan tegas terhadap pelaku, serta inovasi teknis seperti penggunaan surfaktan dan modifikasi cuaca.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.18 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 100x dibuka
Penanganan Karhutla Ditingkatkan, Tindak Tegas untuk Pelanggar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Dalam Negeri menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pendekatan terintegrasi antara pusat, daerah, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa tindakan tegas akan diberikan kepada korporasi atau pihak yang terbukti melanggar aturan, terutama dalam kasus yang menyebabkan kebakaran besar. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi yang terus mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah.

Salah satu tantangan utama dalam penanganan karhutla adalah pemadaman di area gambut, yang membutuhkan volume air yang sangat besar. Keterbatasan sumber air, terutama di musim kemarau, membuat proses pemadaman menjadi sulit. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya potensi hujan alami dan keterbatasan awan yang bisa dimanfaatkan untuk modifikasi cuaca. Tanpa cukup awan, upaya menciptakan hujan buatan menjadi tidak efektif.

Untuk mengatasi keterbatasan air, pemerintah tengah menguji penggunaan bahan kimia khusus seperti surfaktan yang mampu mengurangi kebutuhan air dalam proses pemadaman. Bahan ini membantu menyebar air lebih merata dan menurunkan suhu area terbakar secara efisien meski dengan volume air yang terbatas. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi strategis saat kondisi alam tidak mendukung.

Mendagri menyampaikan optimisme bahwa kolaborasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat akan mampu menekan angka kebakaran hutan dan lahan. Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan ketersediaan benih awan sebagai dasar keberhasilan modifikasi cuaca. Dengan dukungan teknologi dan koordinasi yang lebih baik, penanganan karhutla diharapkan bisa lebih responsif dan berkelanjutan di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya