Penanganan Karhutla Ditingkatkan, Tindak Tegas untuk Pelanggar
Pemerintah memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dengan pendekatan terpadu, penindakan tegas terhadap pelaku, serta inovasi teknis seperti penggunaan surfaktan dan modifikasi cuaca.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.18 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 100x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Dalam Negeri menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pendekatan terintegrasi antara pusat, daerah, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa tindakan tegas akan diberikan kepada korporasi atau pihak yang terbukti melanggar aturan, terutama dalam kasus yang menyebabkan kebakaran besar. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi yang terus mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah.
Salah satu tantangan utama dalam penanganan karhutla adalah pemadaman di area gambut, yang membutuhkan volume air yang sangat besar. Keterbatasan sumber air, terutama di musim kemarau, membuat proses pemadaman menjadi sulit. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya potensi hujan alami dan keterbatasan awan yang bisa dimanfaatkan untuk modifikasi cuaca. Tanpa cukup awan, upaya menciptakan hujan buatan menjadi tidak efektif.
Untuk mengatasi keterbatasan air, pemerintah tengah menguji penggunaan bahan kimia khusus seperti surfaktan yang mampu mengurangi kebutuhan air dalam proses pemadaman. Bahan ini membantu menyebar air lebih merata dan menurunkan suhu area terbakar secara efisien meski dengan volume air yang terbatas. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi strategis saat kondisi alam tidak mendukung.
Mendagri menyampaikan optimisme bahwa kolaborasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat akan mampu menekan angka kebakaran hutan dan lahan. Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan ketersediaan benih awan sebagai dasar keberhasilan modifikasi cuaca. Dengan dukungan teknologi dan koordinasi yang lebih baik, penanganan karhutla diharapkan bisa lebih responsif dan berkelanjutan di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Transmart Gelar Full Day Sale, Diskon Elektronik Hingga Jutaan Rupiah
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

BI Siapkan Insentif Kredit untuk Sektor Baru Prioritas
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.22 WITA

