Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pencegahan Penyakit Ginjal pada Anak: Tiga Langkah Kunci dari Awal

Pencegahan penyakit ginjal kronik pada anak dimulai dari kontrol dini terhadap penyakit dasar, pengelolaan tekanan darah, dan pemantauan protein urin.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 58x dibuka
Pencegahan Penyakit Ginjal pada Anak: Tiga Langkah Kunci dari Awal📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Penyakit ginjal kronik pada anak dapat berkembang hingga tahap akhir, di mana fungsi ginjal menurun secara signifikan hingga memerlukan terapi pengganti seperti hemodialisis atau transplantasi ginjal. Tahapan penyakit ini terbagi menjadi lima, dengan tahap kelima menjadi titik kritis di mana pasien umumnya membutuhkan intervensi medis lanjutan. Dalam kondisi tersebut, kualitas hidup anak sangat tergantung pada keberlanjutan terapi dan kepatuhan pengelolaan penyakit.

Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, menekankan pentingnya intervensi dini untuk menghambat progresi penyakit. Menurutnya, faktor utama yang dapat memperlambat penurunan fungsi ginjal adalah pengendalian penyakit dasar yang menjadi akar permasalahan. Beberapa kondisi yang sering berujung pada gagal ginjal jika tidak ditangani dengan tepat antara lain sindrom nefrotik, sindrom nefritik, gangguan elektrolit pada saluran ginjal, kista ginjal, serta kelainan bawaan pada organ ginjal.

Langkah pertama dalam pencegahan adalah penanganan optimal terhadap kondisi dasar tersebut. Pemeriksaan rutin dan pengobatan sesuai rekomendasi dokter sangat penting agar kerusakan ginjal tidak memburuk seiring waktu. Selain itu, menjaga tekanan darah dalam batas normal juga menjadi kunci, karena hipertensi dapat mempercepat kerusakan struktur ginjal. Pemantauan kadar protein dalam urin secara berkala juga wajib dilakukan, karena peningkatan protein urin merupakan tanda awal gangguan fungsi ginjal.

Dengan tiga strategi utama — kontrol penyakit dasar, pengelolaan tekanan darah, dan pemantauan protein urin — orang tua dapat turut serta dalam mencegah komplikasi serius pada anak. Intervensi dini dan konsistensi perawatan menjadi kunci utama untuk mempertahankan fungsi ginjal dan menghindari kebutuhan akan cuci darah atau transplantasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya