Pencegahan Penyakit Ginjal pada Anak: Tiga Langkah Kunci dari Awal
Pencegahan penyakit ginjal kronik pada anak dimulai dari kontrol dini terhadap penyakit dasar, pengelolaan tekanan darah, dan pemantauan protein urin.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 58x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Penyakit ginjal kronik pada anak dapat berkembang hingga tahap akhir, di mana fungsi ginjal menurun secara signifikan hingga memerlukan terapi pengganti seperti hemodialisis atau transplantasi ginjal. Tahapan penyakit ini terbagi menjadi lima, dengan tahap kelima menjadi titik kritis di mana pasien umumnya membutuhkan intervensi medis lanjutan. Dalam kondisi tersebut, kualitas hidup anak sangat tergantung pada keberlanjutan terapi dan kepatuhan pengelolaan penyakit.
Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, menekankan pentingnya intervensi dini untuk menghambat progresi penyakit. Menurutnya, faktor utama yang dapat memperlambat penurunan fungsi ginjal adalah pengendalian penyakit dasar yang menjadi akar permasalahan. Beberapa kondisi yang sering berujung pada gagal ginjal jika tidak ditangani dengan tepat antara lain sindrom nefrotik, sindrom nefritik, gangguan elektrolit pada saluran ginjal, kista ginjal, serta kelainan bawaan pada organ ginjal.
Langkah pertama dalam pencegahan adalah penanganan optimal terhadap kondisi dasar tersebut. Pemeriksaan rutin dan pengobatan sesuai rekomendasi dokter sangat penting agar kerusakan ginjal tidak memburuk seiring waktu. Selain itu, menjaga tekanan darah dalam batas normal juga menjadi kunci, karena hipertensi dapat mempercepat kerusakan struktur ginjal. Pemantauan kadar protein dalam urin secara berkala juga wajib dilakukan, karena peningkatan protein urin merupakan tanda awal gangguan fungsi ginjal.
Dengan tiga strategi utama — kontrol penyakit dasar, pengelolaan tekanan darah, dan pemantauan protein urin — orang tua dapat turut serta dalam mencegah komplikasi serius pada anak. Intervensi dini dan konsistensi perawatan menjadi kunci utama untuk mempertahankan fungsi ginjal dan menghindari kebutuhan akan cuci darah atau transplantasi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

14 Lokasi Piknik Unik yang Menyuguhkan Sejarah dan Keindahan Tak Biasa
Berbagai tempat piknik di dunia menawarkan pengalaman berbeda, dari bekas tambang hingga reruntuhan kastel, dengan nuansa sejarah dan alam yang menarik.
24 Oktober 2026

16 Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
BMKG memperingatkan 16 wilayah di Indonesia berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang, didorong dinamika atmosfer regional dan lokal pada Sabtu (24/10).
24 Oktober 2026

Musim Hujan 2026/2027 Tiba Lebih Lambat, BMKG Peringatkan Potensi Bencana
Prediksi BMKG menunjukkan musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mulai mundur hingga November hingga Desember, dengan risiko banjir dan longsor meningkat di akhir tahun.
24 Oktober 2026

NASA Tancap Gas untuk Misi Pendaratan Manusia di Bulan 2028
NASA menegaskan komitmen mendaratkan astronot di permukaan bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV, dengan dukungan SpaceX dan Blue Origin dalam pengembangan wahana pendaratan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

