Penerbangan Kualanamu Normal Setelah Erupsi Sinabung
Operasional Bandara Internasional Kualanamu kembali normal setelah pemantauan tidak menemukan abu vulkanik, meski erupsi Sinabung masih memicu peringatan penerbangan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 07.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Kementerian Perhubungan telah mengonfirmasi kembali normalnya aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu pasca-erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa tidak ditemukan jejak abu vulkanik di area bandara berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan pada Rabu (2/9) pukul 16.00 WIB. Pemeriksaan menggunakan kertas uji dilakukan secara berkala mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dan hasilnya menunjukkan tidak adanya partikel abu yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Meski kondisi saat ini aman, otoritas terus memantau perkembangan aktivitas gunung berapi secara intensif. Informasi dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin menunjukkan bahwa pada 2 September 2026, erupsi Sinabung menghasilkan awan abu vulkanik hingga ketinggian 14.000 kaki. Awan tersebut bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 5 knot dan diprediksi tidak mengalami perubahan signifikan dalam intensitas. Informasi ini berlaku hingga pukul 18.00 WIB dan menjadi dasar pengawasan dinamika pergerakan abu terhadap jalur penerbangan strategis.
Sebelumnya, pada 1 September 2026, terdeteksi abu vulkanik tipis di area parkir pesawat, yang memicu penutupan sementara operasional bandara melalui NOTAM A3250/26. Penutupan ini berdampak pada 45 penerbangan dibatalkan dan 6 lainnya dijadwalkan ulang. Bandara kembali beroperasi setelah pemeriksaan kondisi aerodrome selesai dan dikeluarkan NOTAM A3254/26 serta A3251/26. Keputusan dibuka kembali didasarkan pada hasil pemantauan yang menunjukkan kelayakan operasional.
Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama, dengan pemantauan terus dilakukan secara berkala. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berkoordinasi dengan VAAC Darwin, stasiun meteorologi, serta penyelenggara bandara dan maskapai untuk mengevaluasi risiko dan mengambil langkah mitigasi jika diperlukan. Dalam situasi mendesak, maskapai diberikan kewenangan untuk menyesuaikan jadwal, menunda, atau membatalkan penerbangan demi memastikan keselamatan penerbangan.
Pemantauan aktif tetap dilakukan mengingat potensi perubahan arah dan kecepatan angin yang dapat mengubah pola penyebaran abu vulkanik. Kementerian menegaskan bahwa setiap perkembangan akan segera direspons sesuai protokol, termasuk penutupan sementara jika diperlukan. Kebijakan ini menunjukkan komitmen sistematis dalam menjaga keamanan dan kelancaran transportasi udara di tengah ancaman alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pertama Kali iOS Berhasil Dioperasikan di Ponsel Android
Para pengembang independen berhasil menjalankan iOS 16 di perangkat Android, membuka jalan eksperimen teknis lintas ekosistem tanpa dukungan resmi dari Apple.
26 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Barcelona Gagal Ukir Rekor 10 Kemenangan Beruntun di El Clasico
Senin, 26 Oktober 2026, 15.28 WITA

Anak Disabilitas di Surabaya Meninggal Akibat Perundungan, Orang Tua Desak Peninjauan Ulang Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 15.28 WITA

Mahasiswa Gulingkan Pemerintahan Vučić dalam Pemilu Sela
Senin, 26 Oktober 2026, 15.27 WITA

Lula Menang Pemilu Brasil, Cetak Sejarah Kedua Kali Dalam Sejarah
Senin, 26 Oktober 2026, 15.27 WITA
Demonstrasi Ricuh di Barcelona, 100 Orang Ditangkap
Senin, 26 Oktober 2026, 15.27 WITA
Aksi Damai Paris Berujung Kerusuhan Massal
Senin, 26 Oktober 2026, 15.26 WITA

Lula Kembali Jadi Presiden Brasil, Torehkan Sejarah Empat Periode
Senin, 26 Oktober 2026, 15.25 WITA

Yordania Bekuk Tiga Tersangka Penembakan Gereja Karak
Senin, 26 Oktober 2026, 15.24 WITA

