Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pengacara Baru Trump Akui Gagal Ujian Advokat

Katie Zacharia, juru bicara baru Gedung Putih yang ditunjuk Donald Trump, mengakui gagal ujian profesi advokat meski memiliki gelar hukum dan pernah menyebut dirinya sebagai pengacara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 23.29 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 80x dibuka
Pengacara Baru Trump Akui Gagal Ujian Advokat📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Katie Zacharia, yang baru dilantik sebagai sekretaris pers Gedung Putih dalam masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump, mengungkapkan secara terbuka bahwa dirinya tidak lulus ujian advokat (bar exam). Pernyataan ini muncul setelah ia beberapa kali menyebut dirinya sebagai pengacara dalam berbagai kesempatan publik, menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas profesionalnya. Dalam wawancara dengan Fox News, Zacharia mengakui bahwa ia memang pernah mengikuti ujian tersebut, namun gagal, tanpa menyebutkan tahun pasti atau detail hasil.

Zacharia, lulusan fakultas hukum Universitas Pepperdine tahun 2011, menegaskan bahwa gelar hukum tidak serta-merta memberikan hak untuk berpraktik sebagai pengacara. Ia menjelaskan bahwa keputusan tidak melanjutkan ujian lagi dipengaruhi oleh rencana pindah ke Tiongkok bersama suaminya, yang membuatnya merasa terganggu secara emosional dan mental. Ia menyatakan bahwa karena rencana tersebut, hasil ujian tidak menjadi prioritas, terlebih karena tidak memerlukan lisensi hukum di Tiongkok.

Meski tidak pernah berpraktik hukum, Zacharia pernah mencantumkan jabatan penasihat hukum umum di sebuah organisasi nirlaba konservatif di California. Ia berdalih bahwa sejumlah pihak di bidang hukum pernah membolehkan penggunaan istilah "pengacara" karena memiliki latar belakang hukum dan pengalaman di bidang hukum bisnis saat bekerja di firma hukum di Beijing. Namun, ia menekankan bahwa dirinya hanya memberikan analisis hukum, bukan memberi nasihat hukum yang mengikat secara profesional.

Kontroversi ini memicu desakan agar kualifikasi Zacharia ditinjau ulang. Organisasi Campaign for Accountability menyerukan penyelidikan oleh asosiasi pengacara California, menekankan bahwa menyebut diri sebagai pengacara tanpa lisensi di negara bagian tersebut dapat dikenai sanksi pidana. Sebelum dilantik, Zacharia telah melakukan pengarahan pers pertamanya di Gedung Putih dengan durasi singkat, hanya melibatkan tiga jurnalis, dan menggantikan Karoline Leavitt yang mundur Agustus lalu untuk fokus merawat empat anaknya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya