Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran Dilakukan Secara Bertahap
Kementerian ESDM menegaskan pengembangan PLTP Gunung Ungaran berjalan secara bertahap dengan memprioritaskan kajian teknis, lingkungan, dan pelestarian budaya.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 13.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran, meliputi Kabupaten Semarang dan Kendal, masih berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan. Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), setiap langkah dalam proyek ini harus berdasarkan data ilmiah, analisis teknis, serta pertimbangan lingkungan dan sosial. Proses ini tidak serta-merta melangkah ke pembangunan, melainkan menunggu hasil evaluasi menyeluruh dari berbagai aspek pendukung.
Proyek yang direncanakan memiliki kapasitas 55 megawatt (MW) akan mulai beroperasi pada tahun 2031, sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Sebelum tahap konstruksi, pengembang harus memastikan potensi reservoir panas bumi melalui penelitian geologi dan geofisika. Teknologi directional drilling digunakan untuk menjangkau sumber panas di bawah permukaan tanah, sehingga lokasi pengeboran tidak selalu berada tepat di atas sumber panas bumi yang terlihat di permukaan.
Pelestarian Candi Gedong Songo menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan kegiatan. Kajian dari Universitas Diponegoro tahun 2019 telah menetapkan zona inti, penyangga, dan pengembangan di kawasan tersebut. Semua rencana pengembangan harus mematuhi batas zonasi dan prinsip pelestarian budaya yang berlaku. Luasan area yang akan digunakan untuk pembangkit listrik hanya kurang dari 1% dari total wilayah kerja, dengan kebutuhan lahan pada tahap pengeboran yang sangat terbatas dan ditentukan berdasarkan kajian teknis serta regulasi lingkungan.
Pemerintah juga memastikan bahwa aspek air, dampak lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat akan dievaluasi secara mendalam. Pemetaan sosial dilakukan untuk memahami kondisi sosial, penggunaan lahan, serta tata ruang di sekitar lokasi proyek. Pendekatan ini bertujuan agar pengembangan energi dapat berjalan selaras dengan kehidupan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Pengalaman pengelolaan panas bumi di kawasan Dieng menjadi acuan, di mana aktivitas energi dapat berdampingan dengan budaya, pariwisata, dan pertanian tanpa mengganggu fungsi kawasan.
Pengembangan WKP Gunung Ungaran telah berlangsung sejak 2007, dengan proses yang melibatkan berbagai tahapan, mulai dari riset geosains hingga perizinan. Hasil eksplorasi menjadi dasar utama dalam menentukan kelayakan proyek. Jika semua aspek—termasuk teknis, ekonomi, lingkungan, keselamatan, dan perizinan—terpenuhi, maka proyek dapat memasuki tahap pengembangan berikutnya. Pendekatan terpadu ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan energi bersih dengan keberlanjutan budaya, lingkungan, dan ekonomi lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Tim Jibom Brimob Polda Babel melakukan sterilisasi lokasi ledakan di penampungan besi tua di Belitung untuk memastikan tidak ada ancaman susulan dan mengungkap penyebab kejadian.
25 Oktober 2026

Houthi Lancarkan Serangan Berulang ke Kota Suci, Pemimpin Masjidil Haram Kecam Keras
Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengecam keras serangan rudal dan drone Houthi terhadap Makkah dan Madinah, menyatakan pelanggaran terhadap kesucian tempat suci dan norma kemanusiaan internasional.
25 Oktober 2026

NASA Soroti Lonjakan Kebakaran di Papua dan Kalimantan
NASA mencatat kebakaran hutan dan lahan di Papua serta Kalimantan mencapai level tertinggi sepanjang 2026, didorong El Niño dan aktivitas manusia, dengan emisi karbon melampaui rekor sebelumnya.
25 Oktober 2026

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

