Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penggarapan The Intern Versi Korea Dibebani Harapan Besar

Sutradara dan pemain The Intern versi Korea mengungkap tantangan menghadirkan ulang film klasik Hollywood dengan nuansa lokal yang otentik dan menyentuh emosi penonton.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Penggarapan The Intern Versi Korea Dibebani Harapan Besar📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Proyek film *The Intern* versi Korea yang akan tayang pada September 2026 menorehkan tantangan tersendiri bagi kreatornya, terutama dalam menjaga esensi cerita asli sekaligus membawanya ke konteks budaya dan realitas kerja modern Korea Selatan. Sutradara Kim Do-young, yang sebelumnya dikenal lewat film *Kim Ji Young: Born 1982* dan *Once We Were Us*, menyebut bahwa mengadaptasi karya klasik Hollywood bukanlah tugas ringan, terlebih karena film aslinya telah menjadi ikon dalam dunia perfilman. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan perubahan zaman dan pergeseran nilai sosial saat menyesuaikan narasi dengan konteks lokal.

Karakter utama Gi-ho, yang diperankan oleh Choi Min-sik, digambarkan sebagai pensiunan berusia lanjut yang memulai kembali karier profesional di tengah perusahaan startup mode. Peran ini menjadi tantangan besar bagi aktor senior yang sebelumnya dikenal lewat film-film aksi dan drama keras, karena ia harus menampilkan kedewasaan emosional serta kehangatan interaksi dengan generasi muda. Choi mengakui tekanan besar dari ekspektasi penonton terhadap film asli, tetapi juga melihat peluang untuk mengeksplorasi konflik generasi dan proses rekonsiliasi yang relevan dengan kenyataan pekerjaan di Korea saat ini.

Han So-hee, yang memerankan Sun-woo, CEO muda dari startup mode yang sedang berkembang pesat, menyatakan bahwa ia berusaha membebaskan diri dari bayang-bayang Anne Hathaway dalam versi aslinya. Ia menekankan pentingnya menjiwai karakter melalui pengalaman pribadi dan observasi terhadap lingkungan kerja di kalangan milenial dan Gen Z. Dari diskusi dengan rekan-rekan yang bekerja di perusahaan rintisan, Han mengambil inspirasi untuk menampilkan keseimbangan rapuh antara ambisi pribadi dan beban kepemimpinan, yang menjadi tema sentral dalam film ini.

Secara visual, Han juga turut memperhatikan detail kostum sebagai cerminan kepribadian karakter. Ia memilih gaya busana klasik yang tahan zaman, bukan tren cepat, untuk menekankan citra profesional yang kokoh namun tetap manusiawi. Di sisi lain, Kim Do-young menekankan bahwa hubungan antara Gi-ho dan Sun-woo dirancang lebih realistis dan membumi, menyoroti isu-isu seperti kecemasan kerja, keterasingan, serta pencarian makna dalam dunia profesional modern. Dengan demikian, film ini bukan sekadar ulang tahun, tetapi upaya reflektif terhadap dinamika kerja di era saat ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya