Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penjualan Mobil Mewah 2026: BMW Naik, Lexus dan Mercedes Turun

Penjualan mobil premium di Indonesia sepanjang Januari-September 2026 menunjukkan perbedaan signifikan antar merek, dengan BMW meroket, Lexus dan Mercedes-Benz melemah, sementara Xpeng dari China melonjak drastis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 54x dibuka
Penjualan Mobil Mewah 2026: BMW Naik, Lexus dan Mercedes Turun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perkembangan pasar mobil mewah Tanah Air pada periode Januari hingga September 2026 mencatat perubahan dinamis, terutama dari distribusi pabrikan ke dealer. BMW berhasil mencatatkan kenaikan distribusi sebesar 57,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai 1.791 unit. Pada bulan September 2026, distribusi merek tersebut melonjak 82,4 persen dibanding September 2025, dengan angka mencapai 290 unit, menunjukkan momentum penguatan pasar yang konsisten.

Sementara itu, penjualan ritel BMW juga mengalami kenaikan, meski lebih moderat, sebesar 11,8 persen menjadi 2.006 unit hingga akhir September 2026. Kenaikan juga terjadi secara bulanan, dengan peningkatan 6,1 persen dari Agustus ke September. Dibandingkan dengan dua pesaing utama dari Jepang dan Jerman, performa BMW justru berbeda jauh. Lexus mengalami penurunan distribusi sebesar 17,9 persen menjadi 1.066 unit, sementara Mercedes-Benz turun 13,3 persen menjadi 757 unit pada periode yang sama.

Pada level ritel, kedua merek tersebut juga mengalami penurunan. Lexus menurun 15,8 persen menjadi 1.058 unit, sedangkan Mercedes-Benz menyusut hingga 26,5 persen menjadi 747 unit. Kondisi ini menunjukkan perlambatan permintaan dari konsumen terhadap dua merek premium asal Eropa dan Asia tersebut. Meski demikian, kenaikan bulanan terjadi pada September 2026 dibanding September 2025 untuk keduanya, dengan Mercedes-Benz mencatat kenaikan 58,9 persen dan Lexus 7,2 persen, namun belum cukup menutupi tren tahunan yang menurun.

Pendatang baru asal Tiongkok, Xpeng, justru menjadi sorotan utama dengan kenaikan ekstrem. Distribusi wholesales Xpeng melonjak 712,1 persen menjadi 2.745 unit dari Januari hingga September 2026, sementara penjualan ritel mencapai kenaikan 839,5 persen menjadi 2.424 unit. Pada September 2026, penjualan ritel Xpeng naik 568,8 persen dibanding September 2025, mencatat 535 unit. Meski terjadi penurunan sebesar 25,5 persen dari Agustus ke September, momentum pertumbuhan tetap dominan.

Di sisi lain, sub-brand BYD yang kini bernama Danza justru mengalami penurunan signifikan. Distribusi wholesales turun 55,6 persen menjadi 3.009 unit, sementara penjualan ritel menyusut 51,5 persen menjadi 3.135 unit. Pada bulan September 2026, distribusi Danza anjlok 96,8 persen dibanding September 2025, hanya mencatat 8 unit. Penjualan ritel juga turun 37,7 persen dari September 2025 ke September 2026. Pergerakan ini menunjukkan tantangan dalam penetrasi pasar untuk merek baru di segmen premium.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya