Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang hingga 13.30 WIB
Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB akibat dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 22.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB, menyusul hasil pemantauan terbaru yang menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di wilayah udara sekitar bandara. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan. Sebelumnya, penutupan sempat diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB berdasarkan hasil uji kertas (paper test) yang mengindikasikan keberadaan abu vulkanik dalam konsentrasi tinggi.
Pengumuman resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI menyatakan bahwa sejumlah bandara lain juga mengalami penghentian sementara operasional, termasuk Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, dan Bandara Budiarto Curug. Penutupan berlaku hingga batas waktu yang berbeda-beda, namun tetap mengacu pada notifikasi resmi berupa NOTAM A3344/26 yang berlaku hingga pukul 13.30 waktu setempat.
Dampak dari penutupan tersebut terasa luas, dengan total 209 penerbangan di Bandara Soetta terganggu. Sebanyak 22.798 penumpang terdampak sejak awal penutupan hingga pukul 09.30 WIB, sebagian besar mengalami penundaan atau pembatalan perjalanan. Otoritas bandara mengimbau seluruh penumpang untuk memeriksa status penerbangan melalui saluran resmi maskapai sebelum tiba di bandara, guna menghindari ketidaknyamanan dan kebingungan.
Pengelola Bandara Wilayah 1 Kelas Utama Soekarno-Hatta menegaskan bahwa keputusan penutupan diambil secara hati-hati dan berdasarkan data ilmiah serta rekomendasi dari otoritas penerbangan. Upaya pemantauan terus dilakukan untuk menilai kondisi atmosfer dan kembali membuka operasional bandara secepat mungkin jika kondisi aman. Tujuan utama tetap menjaga keselamatan penerbangan dan kenyamanan penumpang di tengah kondisi geologis yang tidak menentu.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


