Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Penyemprotan Massal Atasi Abu Vulkanik di Jakarta

Dinas Damkar Jakarta melakukan penyemprotan air di area publik untuk menangani abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 19.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Penyemprotan Massal Atasi Abu Vulkanik di Jakarta
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Tim Damkar Pemprov DKI Jakarta menurunkan sejumlah armada untuk melakukan penyemprotan air di sejumlah titik strategis di ibu kota, termasuk halte Trans Jakarta di Petukangan, sebagai respons cepat terhadap penumpukan abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau. Kegiatan ini dilakukan sejak Senin (7/9/2026) guna mencegah akumulasi debu yang dapat mengganggu mobilitas dan kenyamanan warga.

Penyemprotan difokuskan pada fasilitas umum yang rentan terhadap penumpukan abu, seperti jalur kendaraan umum, trotoar, dan area publik lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi mitigasi dini untuk meminimalkan dampak lingkungan dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. Upaya ini juga bertujuan menjaga kebersihan jalan raya dan mencegah abu menyebar lebih luas akibat angin.

Kementerian Kesehatan menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat paparan partikel abu vulkanik, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit—tiga organ tubuh yang paling rentan terhadap iritasi. Masyarakat dianjurkan untuk memperhatikan kesehatan diri dan menghindari paparan langsung jika tidak perlu.

Untuk mengurangi risiko, masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di area yang terdampak abu. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka gangguan kesehatan akibat debu vulkanik yang dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan mata. Pemerintah terus memantau kondisi dan siap menambah upaya penanganan jika diperlukan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya