Pertamina Siap Implementasikan Pembatasan Pertalite untuk Desil 9 dan 10
Pertamina menyatakan kesiapan mendukung rencana pemerintah membatasi pembelian Pertalite bagi masyarakat desil 9 dan 10, selama kebijakan resmi dikeluarkan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 11.30 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 7x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertamina Patra Niaga menegaskan kesiapan menyelaraskan operasional penyaluran Pertalite dengan kebijakan pemerintah yang sedang dipertimbangkan terkait pembatasan penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi bagi kelompok masyarakat desil 9 dan 10. Perusahaan menyatakan tetap mengikuti arahan resmi dari pemerintah, meskipun detail teknis dan mekanisme pelaksanaan masih dalam proses finalisasi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran, menghindari penyaluran yang tidak sesuai kriteria penerima. Ia menekankan bahwa subsidi BBM dirancang untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan bagi mereka yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi.
Pihak Pertamina menyatakan telah berkoordinasi intensif dengan regulator seperti BPH Migas dan kementerian terkait dalam menyusun skenario implementasi. Keputusan akhir akan diambil setelah pemerintah menyelesaikan pembenahan data dan evaluasi terhadap kriteria desil yang selama ini menjadi perdebatan publik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa data desil yang digunakan saat ini sedang diperbaiki untuk menghindari kesalahan kategorisasi. Ia menyebut anggaran telah dialokasikan untuk memperkuat data melalui Badan Pusat Statistik (BPS). Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pembatasan masih dalam tahap kajian, namun menilai tidak tepat jika masyarakat berpenghasilan tinggi tetap mengakses subsidi BBM.
Tujuan utama kebijakan ini adalah memastikan subsidi energi hanya dinikmati oleh kelompok yang layak, bukan mengurangi akses bagi masyarakat kurang mampu. Pertamina berkomitmen mendukung langkah tersebut secara penuh, asalkan kebijakan telah resmi diterbitkan dan didukung dengan kerangka teknis yang jelas.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Pemerintah melatih 32 pejabat Kemenko Perekonomian di China untuk meningkatkan kapasitas negosiasi dalam perundingan ekonomi internasional demi capai target pertumbuhan 8% pada 2029.
11 September 2026

Harga Cabai Rawit Nasional Capai Rp81 Ribu per Kg, Pemerintah Akselerasi Distribusi
Harga cabai rawit nasional mencapai Rp81.052 per kg, didorong kemarau panjang dan serangan OPT, pemerintah segera mobilisasi stok dari daerah surplus melalui program FDP.
11 September 2026

Bantuan Pangan Beras Tersalurkan di Kediri untuk 251 Ribu Penerima
Pemerintah melalui Bulog dan Kemenko Pangan salurkan 7.542 ton beras untuk 251.412 penerima di Kabupaten Kediri, Juli-September 2026.
11 September 2026

KTT BRICS di New Delhi Jadi Ujian Kekompakan Global
KTT BRICS di New Delhi menjadi fokus dunia saat pemimpin Rusia, China, Iran, dan India bertemu di tengah ketegangan geopolitik dan tantangan ekonomi global.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


