Pertamina Siap Terapkan Pembatasan Pertalite Berbasis Desil
Pertamina menyatakan siap menerapkan pembatasan pembelian Pertalite sesuai kategori desil setelah keputusan resmi dari pemerintah, dengan fokus pada efisiensi distribusi dan penargetan subsidi yang lebih akurat.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 22.37 WITA·👁 5 orang membaca· 5 hari ini · 12x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Pertamina Patra Niaga menegaskan kesiapan menyelaraskan operasional distribusi Pertalite dengan kebijakan pemerintah yang sedang dipersiapkan, termasuk penerapan pembatasan konsumsi berdasarkan klasifikasi desil. Perusahaan menegaskan bahwa seluruh langkah operasional akan mengikuti arahan resmi dari pemerintah, meskipun hingga saat ini belum ada penetapan tanggal pelaksanaan.
Corporate Secretary PPN, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan mengambil inisiatif tanpa kebijakan formal, tetapi siap berkoordinasi secara intensif dengan lembaga terkait seperti BPH Migas. Dukungan terhadap kebijakan yang bertujuan meningkatkan ketahanan energi dan efektivitas subsidi menjadi prioritas utama, terlepas dari metode pengimplementasiannya.
Rencana pembatasan awal diperkirakan diberlakukan bagi masyarakat pada desil 10, sebagai tahap uji coba sebelum diperluas ke desil 9-10 secara menyeluruh. Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan optimalisasi penggunaan BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran, terutama di tengah tekanan anggaran subsidi dan ketersediaan pasokan.
Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih dalam proses peninjauan menyeluruh sebelum mengambil keputusan final. Keputusan akhir dipastikan akan berdasarkan hasil evaluasi komprehensif terhadap dampak sosial, ekonomi, dan logistik dari penerapan sistem tersebut.
Pertamina menegaskan bahwa kesiapan teknis dan sistemik telah dimatangkan sejak awal, termasuk dalam hal pelacakan data dan pengelolaan distribusi. Dengan dukungan infrastruktur digital dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaksanaan kebijakan diharapkan dapat berjalan secara efisien tanpa mengganggu akses masyarakat umum terhadap BBM bersubsidi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Pemerintah melatih 32 pejabat Kemenko Perekonomian di China untuk meningkatkan kapasitas negosiasi dalam perundingan ekonomi internasional demi capai target pertumbuhan 8% pada 2029.
11 September 2026

Harga Cabai Rawit Nasional Capai Rp81 Ribu per Kg, Pemerintah Akselerasi Distribusi
Harga cabai rawit nasional mencapai Rp81.052 per kg, didorong kemarau panjang dan serangan OPT, pemerintah segera mobilisasi stok dari daerah surplus melalui program FDP.
11 September 2026

Bantuan Pangan Beras Tersalurkan di Kediri untuk 251 Ribu Penerima
Pemerintah melalui Bulog dan Kemenko Pangan salurkan 7.542 ton beras untuk 251.412 penerima di Kabupaten Kediri, Juli-September 2026.
11 September 2026

KTT BRICS di New Delhi Jadi Ujian Kekompakan Global
KTT BRICS di New Delhi menjadi fokus dunia saat pemimpin Rusia, China, Iran, dan India bertemu di tengah ketegangan geopolitik dan tantangan ekonomi global.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


