Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertemuan Tiga Pemimpin Global di Kirgistan Perkuat Koalisi Anti-Barat

Pertemuan puncak SCO di Kirgistan menghadirkan Xi Jinping, Putin, dan Erdogan dalam konteks ketegangan geopolitik dan sanksi global terhadap Iran.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Pertemuan Tiga Pemimpin Global di Kirgistan Perkuat Koalisi Anti-Barat📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemimpin China, Rusia, dan Turki dijadwalkan bertemu secara langsung di ibu kota Kirgistan, Bishkek, dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Pertemuan ini berlangsung pada Senin (31/8), menyusul gelombang sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika Serikat terhadap Iran, yang turut menghadirkan Presiden Masoud Pezeshkian dalam forum tersebut. Kehadiran Pezeshkian menegaskan posisi Iran sebagai anggota aktif dalam forum yang bertujuan menjadi alternatif pengaruh ekonomi global di luar dominasi Barat.

Dalam kesempatan ini, Presiden Xi Jinping menyambut baik perkembangan hubungan bilateral dengan Kirgistan, menilainya sebagai masa keemasan dalam kerja sama regional. Ia menekankan pentingnya integrasi ekonomi dan stabilitas di Asia Tengah, kawasan yang selama ini menjadi wilayah pengaruh dominan Rusia. Pertemuan ini juga menjadi ajang bagi Putin dan Xi untuk menegaskan komitmen bersama terhadap sistem dunia multipolar, dengan menolak dominasi satu kekuatan atau blok politik tunggal.

Meskipun Turki bukan anggota resmi SCO, Presiden Recep Tayyip Erdogan diundang sebagai mitra dialog, menunjukkan perluasan jaringan kooperasi yang melibatkan negara-negara strategis seperti Arab Saudi, Qatar, dan Saudi Arabia. Di sisi lain, Kremlin menyebut bahwa Putin akan melakukan pembicaraan bilateral dengan Pezeshkian dan Xi, menandai upaya memperkuat kemitraan militer dan ekonomi antara Moskow dan Teheran—dua negara yang paling banyak terkena sanksi internasional.

Pertemuan ini juga menjadi respons terhadap kunjungan pejabat intelijen AS, John Ratcliffe, ke Moskow, yang memperkuat spekulasi tentang diskusi sensitif mengenai konflik Ukraina dan isu Iran. Sebagai bentuk solidaritas, kedua pemimpin Rusia dan China kembali menegaskan penolakan terhadap intervensi asing dan menyerukan keadilan dalam tatanan global. Deklarasi SCO tetap menegaskan bahwa organisasi ini bukan aliansi militer atau strategis terhadap negara lain, namun dalam praktiknya, pertemuan-pertemuan seperti ini semakin menunjukkan konsistensi narasi anti-Barat yang diusung oleh anggota utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya