Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Didorong Deposito, NIM Terus Terkikis
Dana pihak ketiga perbankan nasional mencapai Rp10,336 triliun pada Juli 2026, didorong dominasi pertumbuhan deposito, meski margin bunga bersih mengalami penurunan.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional pada Juli 2026 mencapai level Rp10,336 triliun, tumbuh 11,21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan akselerasi yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya, yang tercatat sebesar 10,21% secara tahunan. Kenaikan ini menjadi indikator kuat dari kenaikan likuiditas yang mendorong ekspansi kredit secara stabil di tengah dinamika pasar keuangan yang kompleks.
Di antara komponen DPK, deposito menjadi motor utama pertumbuhan dengan pertumbuhan mencapai 13,13% year-on-year, melampaui rata-rata industri. Giro juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 11,81%, sementara tabungan tumbuh lebih pelan, sebesar 8,37%. Dengan demikian, dua sumber dana utama—deposito dan giro—berkontribusi dominan terhadap pertumbuhan keseluruhan DPK, sementara tabungan berada di bawah tren rata-rata sektor.
Namun, pertumbuhan DPK yang pesat belum mampu menopang profitabilitas perbankan secara proporsional. Margin bunga bersih (NIM) pada Juli 2026 tercatat sebesar 4,32%, sedikit menurun dari 4,34% pada Juni 2026. Jika dibandingkan dengan Juli 2025 yang masih berada di level 4,57%, tekanan terhadap NIM terlihat semakin jelas. Penurunan ini menunjukkan bahwa biaya dana yang tinggi masih menjadi tantangan utama bagi sektor perbankan.
Kualitas aset perbankan tetap terjaga meski tekanan margin. Rasio NPL gross berada di 2,10%, naik tipis dari 2,09% pada bulan sebelumnya, sementara NPL net membaik menjadi 0,81% dari 0,82%. Rasio loan at risk (LAR) juga menurun menjadi 8,39%, menunjukkan pengelolaan risiko yang stabil. Likuiditas perbankan masih kuat, dengan rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) sebesar 102,45% dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) mencapai 23,10%, keduanya berada jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


