Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Didorong Deposito, NIM Terus Terkikis

Dana pihak ketiga perbankan nasional mencapai Rp10,336 triliun pada Juli 2026, didorong dominasi pertumbuhan deposito, meski margin bunga bersih mengalami penurunan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Didorong Deposito, NIM Terus Terkikis
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional pada Juli 2026 mencapai level Rp10,336 triliun, tumbuh 11,21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan akselerasi yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya, yang tercatat sebesar 10,21% secara tahunan. Kenaikan ini menjadi indikator kuat dari kenaikan likuiditas yang mendorong ekspansi kredit secara stabil di tengah dinamika pasar keuangan yang kompleks.

Di antara komponen DPK, deposito menjadi motor utama pertumbuhan dengan pertumbuhan mencapai 13,13% year-on-year, melampaui rata-rata industri. Giro juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 11,81%, sementara tabungan tumbuh lebih pelan, sebesar 8,37%. Dengan demikian, dua sumber dana utama—deposito dan giro—berkontribusi dominan terhadap pertumbuhan keseluruhan DPK, sementara tabungan berada di bawah tren rata-rata sektor.

Namun, pertumbuhan DPK yang pesat belum mampu menopang profitabilitas perbankan secara proporsional. Margin bunga bersih (NIM) pada Juli 2026 tercatat sebesar 4,32%, sedikit menurun dari 4,34% pada Juni 2026. Jika dibandingkan dengan Juli 2025 yang masih berada di level 4,57%, tekanan terhadap NIM terlihat semakin jelas. Penurunan ini menunjukkan bahwa biaya dana yang tinggi masih menjadi tantangan utama bagi sektor perbankan.

Kualitas aset perbankan tetap terjaga meski tekanan margin. Rasio NPL gross berada di 2,10%, naik tipis dari 2,09% pada bulan sebelumnya, sementara NPL net membaik menjadi 0,81% dari 0,82%. Rasio loan at risk (LAR) juga menurun menjadi 8,39%, menunjukkan pengelolaan risiko yang stabil. Likuiditas perbankan masih kuat, dengan rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) sebesar 102,45% dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) mencapai 23,10%, keduanya berada jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya