Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Petinju Legendaris Ricky Hatton Meninggal Dunia di Usia 46 Tahun

Mantan juara dunia tinju asal Inggris, Ricky Hatton, ditemukan meninggal di rumahnya di Greater Manchester pada usia 46 tahun, dengan pihak kepolisian menyatakan kematian tidak mencurigakan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.57 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Petinju Legendaris Ricky Hatton Meninggal Dunia di Usia 46 Tahun
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Petinju legendaris asal Manchester, Ricky Hatton, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu pagi, 14 September, di kediamannya di Bowlacre Road, Gee Cross. Penemuan jenazah dilakukan sekitar pukul 06.45 waktu setempat, dan otoritas kepolisian Greater Manchester telah mengonfirmasi kejadian tersebut dalam pernyataan resmi. Menurut keterangan polisi, tidak ada indikasi adanya tindak kriminal dalam kasus ini, dan kematian tidak diperlakukan sebagai kejadian mencurigakan.

Hatton, yang akrab dengan julukan “The Hitman”, dikenal sebagai salah satu petinju paling berpengaruh di era 2000-an. Ia memulai karier tinju profesional pada 1997, dan selama 15 tahun berkarier, meraih 45 kemenangan, termasuk 32 kemenangan melalui knock out, dengan hanya tiga kekalahan. Gaya bertarungnya yang agresif dan tahan banting membuatnya menjadi favorit publik di Inggris dan di kancah internasional.

Puncak karier Hatton terjadi pada 2005 ketika ia merebut gelar juara dunia IBF kelas light-welterweight dengan mengalahkan petinju ternama Kostya Tszyu. Dalam dua tahun berikutnya, ia berhasil meraih gelar WBA kelas welterweight dengan mengalahkan Carlos Maussa, lalu mempertahankannya dengan kemenangan atas Floyd Mayweather Jr. Pada 2009, ia mencatat prestasi luar biasa dengan mengalahkan Manny Pacquiao dalam pertarungan yang menjadi salah satu momen paling menonjol dalam sejarah tinju modern.

Meski telah pensiun dari ring, Hatton tetap aktif dalam dunia tinju sebagai pelatih dan promotor melalui perusahaannya, Hatton Promotions. Ia sempat mengunggah video latihan di media sosial beberapa hari sebelum wafat, menunjukkan keinginan kuat untuk kembali bertarung pada Desember di Dubai. Namun, perjalanan hidupnya diwarnai perjuangan melawan depresi, gangguan kesehatan mental, serta masalah penyalahgunaan alkohol. Kepulangannya ke dunia tinju, meski tak sempat terwujud, menunjukkan semangat yang tak pernah padam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya