Pinjaman Daring Capai Rp105,6 Triliun, Risiko Kredit Masih Tinggi
Pertumbuhan pinjaman daring mencapai 24,76% tahunan hingga Juli 2026, tetapi tingkat kredit macet mencapai 4,32% secara agregat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pembiayaan melalui platform digital atau pinjaman daring (Pindar) terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan total outstanding mencapai Rp105,63 triliun pada bulan Juli 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan 24,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jauh melampaui pertumbuhan sektor pembiayaan konvensional yang hanya sebesar 2,01%. Peningkatan ini mencerminkan semakin besar minat masyarakat terhadap akses kredit yang cepat dan mudah melalui digital.
Namun, di tengah ekspansi tersebut, risiko kredit tetap menjadi perhatian utama. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) pada industri Pindar berada pada level 4,32% pada Juli 2026. Angka ini menunjukkan bahwa sekitar empat dari setiap seratus pinjaman mengalami keterlambatan pembayaran lebih dari tiga bulan, menjadi indikator utama kualitas aset kredit yang masih berisiko tinggi.
Pertumbuhan yang tinggi tidak hanya terjadi di sektor Pindar, tetapi juga pada industri pergadaian yang melonjak 50,73% menjadi Rp160,78 triliun. Sementara itu, pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh moderat menjadi Rp513,05 triliun, sedangkan pembiayaan modal ventura mengalami kontraksi ringan sebesar 0,46% menjadi Rp16,32 triliun. Dengan kondisi ini, OJK menekankan perlunya pengelolaan risiko yang lebih ketat seiring dengan perluasan akses keuangan.
OJK tetap mendorong pengembangan Pindar secara bertanggung jawab, khususnya untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini bertujuan menyeimbangkan antara inklusi keuangan dan stabilitas sistem keuangan, dengan tetap menjaga kualitas kredit agar tidak mengancam sektor jasa keuangan secara keseluruhan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


