PISA 2025 Ungkap Keterpurukan Pendidikan Indonesia dan Ancaman Kecerdasan Buatan
Hasil PISA 2025 menunjukkan 7 dari 10 siswa Indonesia kesulitan membedakan fakta dan opini, sementara penggunaan AI dalam pembelajaran menimbulkan risiko menurunnya kemampuan berpikir kritis.
Redaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 12.12 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Hasil penilaian PISA 2025 mengungkapkan kenyataan mengejutkan tentang kualitas pendidikan di Indonesia, yang masih jauh dari target visi Indonesia Emas 2045. Dalam tiga kompetensi utama—membaca, matematika, dan sains—rata-rata skor Indonesia mengalami penurunan tipis pada matematika, meski ada kenaikan kecil di membaca dan sains. Namun, yang lebih mengkhawatirkan adalah tren yang menunjukkan sebagian besar siswa berada di bawah level 2, yakni 73% untuk membaca, 83% untuk matematika, dan 63% untuk sains. Ini menandakan bahwa kemampuan dasar siswa belum cukup kuat untuk menerapkan pengetahuan secara mandiri dalam konteks nyata.
Kekhawatiran makin besar ketika ditemukan bahwa sekitar 7 dari 10 siswa kesulitan membedakan antara fakta dan opini, sebuah indikator kritis dalam literasi digital. Kondisi ini muncul di tengah peningkatan penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar, baik secara aktif maupun pasif. Banyak pelajar kini mengandalkan hasil dari chatbot atau ringkasan AI tanpa mengecek sumber aslinya, yang berisiko memperkuat kesalahan informasi dan melemahkan keterampilan analisis kritis.
Orang tua dan pendidik mulai memperketat aturan terkait penggunaan AI di rumah dan sekolah. Sejumlah orang tua, seperti Valerica dari Jakarta dan Andi dari Bogor, melarang anak-anak mereka menggunakan aplikasi seperti ChatGPT atau Gemini untuk tugas sekolah, meskipun mereka tetap terpapar AI melalui mesin pencari. Mereka menekankan pentingnya mengevaluasi sumber, memahami asal informasi, serta melatih anak untuk tidak mengandalkan jawaban instan. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa AI yang digunakan tanpa filter bisa menghasilkan informasi yang tidak akurat atau tidak sesuai dengan materi ajar.
Pemerintah sendiri mulai mengintegrasikan AI dalam kurikulum pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA, dengan alasan pentingnya mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital. Namun, para pakar pendidikan menilai bahwa kebijakan ini harus diimbangi dengan pelatihan literasi digital dan kritis yang mendalam. Menurut Direktur Barisan Pengkaji Pendidikan, Dhitta Puti Sarasvati, capaian PISA saat ini masih jauh dari target RPJPN 2025–2045, dengan selisih sekitar 100 poin. Tanpa perbaikan mendasar pada fondasi pemahaman dan kemandirian berpikir, penggunaan AI justru berpotensi merusak kemampuan berpikir kritis yang seharusnya dikembangkan melalui pendidikan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Cincin Pintar Interface Bawa Asisten AI ke Ujung Jari
Cincin Interface dari startup Natura hadirkan akses cepat ke asisten AI dengan sentuhan jari, sekaligus monitor kesehatan dasar, dijual dengan harga USD99.
12 Oktober 2026

Pemerintah Percepat Pengembangan KEK Kura-Kura Bali untuk AI dan Semikonduktor
Pemerintah mempercepat transformasi KEK Kura-Kura Bali menjadi pusat inovasi teknologi AI dan semikonduktor melalui kolaborasi strategis dengan China.
12 Oktober 2026

Ponsel Gaming Rp3 Jutaan dengan Performa Tangguh
Delapan ponsel di kisaran harga Rp3 jutaan menawarkan fitur gaming unggulan seperti layar tinggi, baterai besar, dan pendingin canggih untuk pengalaman bermain optimal.
12 Oktober 2026

Google Perluas Akses SynthID Global untuk Deteksi Konten AI
Google meluncurkan akses global SynthID yang memungkinkan publik memverifikasi keaslian foto, video, dan audio hasil generasi AI secara gratis dan mudah.
12 Oktober 2026
Berita Lainnya

Jennifer dan Kirana Bantah Terlibat Skema Investasi Emas Rp25 Miliar
Senin, 12 Oktober 2026, 12.25 WITA

Iran Tawarkan Syarat Baru Hentikan Konflik dengan AS
Senin, 12 Oktober 2026, 12.04 WITA

Arrmanatha Nasir Resmi Jabat Menteri Luar Negeri RI
Senin, 12 Oktober 2026, 12.04 WITA

China Perketat Aturan Kursi Inovatif dan Layar Besar di Mobil
Senin, 12 Oktober 2026, 12.04 WITA

Agnez Mo Bawakan Lagu Kebangsaan di Pembukaan MotoGP Mandalika 2026
Senin, 12 Oktober 2026, 12.03 WITA

Migran Iran Dihukum 11 Tahun atas Percobaan Pemerkosaan
Senin, 12 Oktober 2026, 12.03 WITA

Ruben Onsu Laporkan Akun Penyebar Video Call ke Polda Metro Jaya
Senin, 12 Oktober 2026, 12.03 WITA

Sinergi Pemerintah dan Partai Perindo Dorong Pembangunan di Tual
Senin, 12 Oktober 2026, 12.03 WITA

