Polisi Periksa Lokasi Dugaan Penjambretan WNA India di Menteng
Kepolisian tengah menyelidiki insiden dugaan penjambretan terhadap perempuan warga negara India di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, setelah rekaman kejadian viral di media sosial.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 19.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kepolisian Sektor Metro Menteng telah memulai proses penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana penjambretan yang menimpa seorang perempuan warga negara India di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat. Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP) sebagai bagian dari langkah awal penyelidikan. Penyidikan dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan proses hukum berjalan secara akurat dan transparan.
Insiden tersebut mendadak menjadi perbincangan luas setelah rekaman video yang menampilkan korban dalam kondisi histeris dan menangis akibat kehilangan ponselnya beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat korban dalam keadaan panik setelah merasa kehilangan telepon seluler saat berada di area publik. Warga sekitar kemudian beramai-ramai mendekati dan menenangkan korban, menunjukkan respons sosial yang cepat dan peduli terhadap situasi yang terjadi.
Meski belum mengungkapkan identitas lengkap korban atau rincian kronologi kejadian, polisi menyatakan bahwa hasil pengecekan di lokasi kejadian menjadi dasar utama dalam proses penyelidikan. Penyidik juga akan memeriksa rekaman CCTV dan meminta keterangan saksi yang sempat hadir di lokasi saat kejadian. Hingga saat ini, nilai barang yang diduga dibawa pelaku belum diungkap secara resmi.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan di kawasan Gondangdia dan sekitarnya, untuk tetap waspada terhadap potensi tindak kriminal di ruang publik. Masyarakat diminta tidak meninggalkan barang berharga seperti telepon seluler, tas, atau dompet dalam keadaan terbuka, terutama di tempat ramai atau saat berjalan di tepi jalan. Upaya pencegahan ini diharapkan dapat menurunkan angka kejahatan yang mengancam keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026

Pertamina Perketat Pengawasan BBM Subsidi di Sumbar
Tim gabungan lakukan sidak ke SPBU di Padang untuk pastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran dan sesuai aturan.
8 September 2026

Kasus Kim Soo-hyun dengan Kim Sae-ron Berakhir Tanpa Tuntutan
Penyelidikan terhadap Kim Soo-hyun terkait dugaan hubungan dengan Kim Sae-ron saat masih di bawah umur resmi berakhir tanpa tindak lanjut hukum.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


