Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Polisi Siapkan Jalur Alternatif Saat Aksi di Kawasan Monas

Rekayasa lalu lintas diberlakukan di sekitar Monas, Sudirman, Thamrin, dan DPR/MPR mulai pukul 10.00 WIB untuk antisipasi unjuk rasa, dengan arahan pengguna jalan menghindari area atau memakai rute alternatif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 09.23 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 67x dibuka
Polisi Siapkan Jalur Alternatif Saat Aksi di Kawasan Monas📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan pengaturan lalu lintas situasional di kawasan Monumen Nasional, Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin, serta Gedung DPR/MPR RI, menyusul rencana aksi unjuk rasa yang digelar pada hari Selasa. Pengaturan ini berlaku mulai pukul 10.00 WIB dan akan berlangsung hingga kegiatan selesai, dengan penyesuaian berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Tujuannya adalah menjaga kelancaran arus kendaraan dan memastikan keamanan selama aktivitas berlangsung.

Pengendara yang berencana melintas di area tersebut diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan, memilih jalur alternatif, serta menghindari kawasan jika tidak memiliki kepentingan mendesak. Untuk akses dari Jakarta Barat, rute melalui Tomang Raya, Suryo Pranoto, dan Harmoni disarankan. Sementara dari Jakarta Selatan, pengguna jalan dapat memakai Jalan Tendean, HR Rasuna Said, dan HOS Cokroaminoto hingga mencapai Tugu Tani sebelum melanjutkan ke Monas.

Pengendara dari Jakarta Timur dianjurkan menggunakan Jalan Jatinegara, Kramat Raya, dan Tugu Tani sebagai jalur pengganti. Bagi yang ingin menuju Slipi atau Tomang, alternatif dari Simpang Semanggi melalui Sudirman, Benhil, Pejompongan, hingga Letjen S. Parman menjadi pilihan. Sementara dari Gatot Subroto, jalur melalui Gerbang Pemuda, Patal Senayan, Tentara Pelajar, hingga Letjen S. Parman juga tersedia sebagai rute pengalihan.

Kepolisian menegaskan pentingnya ketaatan terhadap arahan petugas di lapangan serta pemantauan perkembangan informasi lalu lintas secara berkala. Dengan demikian, masyarakat dapat merencanakan perjalanan secara efektif dan menghindari kemacetan yang tidak perlu. Rekayasa ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan publik dalam kondisi kegiatan massa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya