Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ponpes Harus Jadi Pilar Pendidikan Holistik Berbasis Lokal

Ketua MPR RI menekankan pentingnya pondok pesantren sebagai wadah pendidikan holistik yang mengakar pada tradisi lokal dan nasionalisme Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Ponpes Harus Jadi Pilar Pendidikan Holistik Berbasis Lokal
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri melalui pendekatan yang khas dan berakar pada budaya lokal Indonesia. Ia menekankan bahwa model pendidikan yang telah diterapkan oleh para kiai dan ulama sebelumnya bukan hanya berbasis agama, tetapi juga memperkuat kesatuan dalam keberagaman, serta memperkenalkan nilai-nilai ke-Indonesiaan melalui tradisi yang hidup di berbagai daerah.

Dalam kesempatan menghadiri Global International Holistic Education Summit (GIHES) di Jakarta, Muzani menyampaikan bahwa pendidikan holistik yang sudah menjadi ciri khas pesantren dapat menjadi rujukan bagi sistem pendidikan lain di masa depan. Ia menilai bahwa pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter, moral, dan semangat kebangsaan yang kokoh.

Ia menekankan perlunya santri terus mengasah kemampuan berpikir kritis melalui proses belajar aktif seperti membaca, mendengar, bertanya, dan berdiskusi. Menurutnya, inilah cara untuk menguji kebenaran ilmu dan menjaga kelangsungan tradisi keilmuan yang telah diwariskan generasi sebelumnya. Muzani menilai bahwa tantangan di dunia pesantren terus berkembang, sehingga diperlukan inovasi dan perbaikan berkelanjutan untuk menjaga relevansi pendidikan.

Pendidikan holistik di pesantren, menurutnya, bukan hanya soal pengetahuan agama, tetapi juga tentang membentuk manusia yang utuh—yang mampu berkontribusi dalam membangun peradaban Indonesia di masa depan. Ia menyerukan dukungan kolektif dari berbagai pihak agar model pendidikan ini terus diperkuat dan menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya