Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Posisi Setir Lurus Saat Parkir, Kunci Awetkan Sistem Kemudi

Menjaga setir mobil dalam posisi lurus saat mematikan mesin mencegah kerusakan komponen kemudi dan ban, serta meningkatkan keselamatan saat berkendara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 15.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Posisi Setir Lurus Saat Parkir, Kunci Awetkan Sistem Kemudi
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Memarkir mobil bukan sekadar menempatkan kendaraan di tempat yang aman, tetapi juga bagian penting dari perawatan berkala. Salah satu kebiasaan sederhana yang sering diabaikan adalah posisi setir setelah mesin dimatikan. Meninggalkan setir dalam keadaan berbelok, meskipun sebentar, dapat menimbulkan tekanan berkepanjangan pada sistem kemudi, terutama pada komponen seperti rack steer, tie rod, ball joint, dan bushing. Posisi lurus membantu meratakan beban, mengurangi risiko keausan dini, serta memperpanjang masa pakai komponen penting tersebut.

Dampak dari posisi roda yang tidak lurus juga dirasakan pada ban. Ketika roda terus menahan beban dalam posisi miring, tekanan pada tapak ban menjadi tidak merata. Hal ini dapat memicu keausan tidak merata, mengurangi efisiensi penggunaan ban, dan menurunkan performa kendaraan secara keseluruhan. Selain itu, beban tambahan pada sistem kaki-kaki seperti ball joint dan tie rod juga meningkat, yang dapat mempercepat kerusakan pada komponen pendukung suspensi.

Pada mobil modern yang menggunakan sistem Electric Power Steering (EPS), posisi roda netral saat mesin mati sangat penting. Saat mesin dinyalakan kembali, motor listrik akan bekerja lebih ringan jika roda berada dalam posisi seimbang. Ini membantu menjaga kinerja sistem kemudi tetap responsif dan efisien. Selain itu, posisi roda lurus memudahkan pengemudi saat memulai perjalanan, terutama di area parkir sempit, karena tidak perlu mengoreksi arah setir terlebih dahulu.

Pengecualian berlaku saat memarkir di jalan menanjak atau menurun. Pada jalan menurun, setir sebaiknya diarahkan ke tepi jalan atau trotoar agar jika rem parkir gagal, roda akan menghalangi mobil meluncur. Sementara di jalan menanjak, roda harus diarahkan ke luar atau sesuai kondisi trotoar untuk memastikan mobil tidak meluncur ke arah jalan saat rem gagal. Ini merupakan langkah keselamatan yang wajib diterapkan.

Untuk menjaga sistem kemudi tetap optimal, hindari memutar setir hingga batas maksimal dalam waktu lama. Lakukan spooring dan balancing secara berkala, jaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi, dan hindari menerjang lubang dengan kecepatan tinggi. Jika terjadi gejala seperti setir terasa berat, menyimpang, atau muncul suara aneh, segera periksa ke bengkel resmi. Penggunaan suku cadang original dan pemeriksaan berkala oleh teknisi ahli menjadi kunci utama menjaga keamanan dan kinerja kendaraan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya