Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Potensi Laut Indonesia Hilang Rp200 Triliun Tahunan Akibat Eksploitasi Asing

Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan mengungkap bahwa kekayaan laut Indonesia senilai lebih dari Rp200 triliun per tahun dicuri oleh kapal asing, terutama dari Vietnam, Thailand, India, dan Jepang, akibat keterbatasan sarana dan modal nelayan lokal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Potensi Laut Indonesia Hilang Rp200 Triliun Tahunan Akibat Eksploitasi Asing
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kekayaan sumber daya laut Indonesia yang melimpah justru menjadi sumber kerugian nasional setiap tahun, menurut pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia menyebut bahwa sekitar Rp200 triliun lebih nilai ikan yang seharusnya bisa dinikmati oleh nelayan dalam negeri justru diklaim oleh kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia. Angka ini didasarkan pada data dari Menteri Kelautan dan Perikanan, yang menyoroti aktivitas penangkapan ilegal yang terus berlangsung tanpa kendali efektif.

Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan yang dimiliki nelayan lokal, seperti kapal berukuran kecil, sarana penangkapan yang minim, serta akses terhadap modal yang terbatas. Akibatnya, jangkauan penangkapan nelayan sangat terbatas dibandingkan kapal-kapal besar dari negara lain yang memiliki teknologi dan finansial lebih kuat. Hal ini membuat nelayan Indonesia tidak mampu bersaing secara efektif dalam mengeksploitasi potensi laut yang sebenarnya bisa menjadi sumber penghidupan utama.

Ketimpangan struktural ini berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan. Hasil tangkapan yang sedikit menyebabkan daya tawar nelayan saat menjual hasil tangkapan menjadi rendah. Karena ikan mudah rusak, nelayan terpaksa menjualnya dengan harga murah demi menghindari kerugian. Hal ini tercermin dari Indeks Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang masih berada di level 103, menunjukkan kesejahteraan mereka berada pada posisi terendah dalam kategori ekonomi petani dan nelayan.

Zulhas menegaskan bahwa kebijakan yang berkelanjutan harus segera diambil untuk melindungi nelayan lokal dan memastikan kekayaan laut Indonesia tidak terus dieksploitasi secara ilegal. Ia menekankan bahwa tanpa bantuan berupa permodalan, perbaikan kapal, serta jaringan pemasaran yang adil, nelayan tidak akan mampu bersaing, dan negara akan terus kehilangan nilai ekonomi yang seharusnya menjadi milik rakyat. "Kalau tidak dibantu beras, tidak dibantu tunai, nelayan tidak bisa makan, tidak bisa sekolah," tegasnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya