Potensi Laut Indonesia Hilang Rp200 Triliun Tahunan Akibat Eksploitasi Asing
Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan mengungkap bahwa kekayaan laut Indonesia senilai lebih dari Rp200 triliun per tahun dicuri oleh kapal asing, terutama dari Vietnam, Thailand, India, dan Jepang, akibat keterbatasan sarana dan modal nelayan lokal.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 16.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kekayaan sumber daya laut Indonesia yang melimpah justru menjadi sumber kerugian nasional setiap tahun, menurut pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia menyebut bahwa sekitar Rp200 triliun lebih nilai ikan yang seharusnya bisa dinikmati oleh nelayan dalam negeri justru diklaim oleh kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia. Angka ini didasarkan pada data dari Menteri Kelautan dan Perikanan, yang menyoroti aktivitas penangkapan ilegal yang terus berlangsung tanpa kendali efektif.
Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan yang dimiliki nelayan lokal, seperti kapal berukuran kecil, sarana penangkapan yang minim, serta akses terhadap modal yang terbatas. Akibatnya, jangkauan penangkapan nelayan sangat terbatas dibandingkan kapal-kapal besar dari negara lain yang memiliki teknologi dan finansial lebih kuat. Hal ini membuat nelayan Indonesia tidak mampu bersaing secara efektif dalam mengeksploitasi potensi laut yang sebenarnya bisa menjadi sumber penghidupan utama.
Ketimpangan struktural ini berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan. Hasil tangkapan yang sedikit menyebabkan daya tawar nelayan saat menjual hasil tangkapan menjadi rendah. Karena ikan mudah rusak, nelayan terpaksa menjualnya dengan harga murah demi menghindari kerugian. Hal ini tercermin dari Indeks Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang masih berada di level 103, menunjukkan kesejahteraan mereka berada pada posisi terendah dalam kategori ekonomi petani dan nelayan.
Zulhas menegaskan bahwa kebijakan yang berkelanjutan harus segera diambil untuk melindungi nelayan lokal dan memastikan kekayaan laut Indonesia tidak terus dieksploitasi secara ilegal. Ia menekankan bahwa tanpa bantuan berupa permodalan, perbaikan kapal, serta jaringan pemasaran yang adil, nelayan tidak akan mampu bersaing, dan negara akan terus kehilangan nilai ekonomi yang seharusnya menjadi milik rakyat. "Kalau tidak dibantu beras, tidak dibantu tunai, nelayan tidak bisa makan, tidak bisa sekolah," tegasnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026

Ubed Siap Laga Penentu di Final French Open 2026
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, melangkah ke final French Open 2026 setelah menaklukkan unggulan Prancis dalam pertandingan sengit tiga gim.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

