Prabowo Bantah Kabinet Merah Putih Tidak Efisien
Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik soal jumlah menteri dengan menekankan efisiensi kerja dan kapasitas negara yang sebanding dengan Eropa.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 144x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menghadapi sorotan terkait struktur Kabinet Merah Putih yang dinilai padat, dengan menegaskan bahwa efisiensi bukan diukur dari jumlah anggota, melainkan dari hasil kerja. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, ia menegaskan bahwa pemerintah telah menjalankan tugas dengan konsistensi selama dua tahun, meski menghadapi dinamika politik yang kompleks.
Ia menjelaskan bahwa koalisi besar yang dibentuk merupakan konsekuensi dari keinginan untuk menyatukan kekuatan nasional demi perbaikan kesejahteraan rakyat. Dalam konteks tersebut, Prabowo menilai bahwa keterbatasan kursi politik dan persaingan tajam menjadi realitas yang tak terhindarkan di negara dengan populasi hampir 300 juta jiwa.
Menanggapi kritik bahwa kabinet dianggap "gemuk", Prabowo membandingkan Indonesia dengan Eropa yang terdiri dari 30 negara, masing-masing memiliki kabinet, menteri keuangan, panglima TNI, jaksa agung, dan kapolri. Dengan satu kabinet untuk seluruh Indonesia, menurutnya, tidak ada yang tidak efisien, selama kinerja tetap terjaga.
Ia menegaskan bahwa dalam menghadapi bencana alam—seperti gempa di Sumatra Utara, letusan Krakatau, dan kebakaran hutan serta lahan—kabinet telah bergerak kompak dan responsif. Prabowo menekankan bahwa evaluasi terus dilakukan, karena pemerintah tidak puas dengan pencapaian yang ada dan terus berupaya meningkatkan kinerja.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Pemerintah membangun 66 unit hunian tetap di dua lokasi di Lhokseumawe untuk memulihkan tempat tinggal warga terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.
24 Oktober 2026

Rasio Elektrifikasi Nasional Tembus 99,8 Persen, Tantangan di Desa Masih Menanti
Rasio elektrifikasi Indonesia telah mencapai 99,8 persen, namun sekitar 11.000 desa dan dusun masih belum terjangkau listrik, dengan target pemerintah menyediakan akses listrik untuk semua hingga 2029.
24 Oktober 2026

Mentan Tekankan Kesiapan Swasembada Pangan Hadapi La Nina
Pemerintah siap menghadapi dampak La Nina melalui kesiapan infrastruktur dan kolaborasi nasional untuk menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.
24 Oktober 2026

DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam Raih Penghargaan Energi Subroto 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina Hulu Mahakam meraih penghargaan terbaik dalam kategori Tata Kelola dan Kepatuhan di ajang Penghargaan Energi Subroto 2026.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

