Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Dorong Pencegahan Karhutla dengan Infrastruktur Air dan Kerja Sama Multisektor

Pemerintah memperkuat antisipasi karhutla melalui pembangunan embung, sumur bor, dan pemetaan titik rawan, berdasarkan arahan Presiden Prabowo untuk bertindak sebelum kebakaran terjadi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.18 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 117x dibuka
Prabowo Dorong Pencegahan Karhutla dengan Infrastruktur Air dan Kerja Sama Multisektor📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini menekankan pendekatan pencegahan dini terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mewajibkan perusahaan membentuk infrastruktur penampungan air, termasuk embung dan sumur bor, di wilayah rawan kebakaran. Langkah ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya tindakan preventif, bukan hanya reaktif setelah api meluas.

Dalam penyampaian di Istana Merdeka, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menjelaskan bahwa pemetaan titik-titik potensi kebakaran telah diserahkan kepada TNI dan Polri untuk mempercepat respons. Selain itu, disiapkan juga sistem irigasi di lahan-lahan kritis sebagai upaya menekan risiko kebakaran yang berulang setiap musim kemarau.

Pendekatan ini juga melibatkan peningkatan kapasitas operasional udara, dengan penggunaan pesawat Hercules untuk mendukung modifikasi cuaca, menggantikan peran pesawat Cassa yang sebelumnya digunakan. Penyemaian bahan hujan buatan dilakukan secara lebih masif, didukung oleh penambahan personel dari TNI, Polri, Dinas Kehutanan, serta partisipasi masyarakat.

Dengan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 5.499 titik panas terdeteksi pada 19 Oktober, sementara luas lahan yang terbakar dalam 24 jam terakhir mencapai 1.308 hektare di enam provinsi. Pemerintah menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan secara terukur, masif, dan segera untuk menghindari dampak lingkungan dan sosial yang lebih luas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya