Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo ke Vladivostok Hadiri Forum Ekonomi Global

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Rusia sebagai tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum, menegaskan kedekatan hubungan bilateral dan posisi strategis Indonesia di kancah internasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 09.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Prabowo ke Vladivostok Hadiri Forum Ekonomi Global
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto resmi menempuh perjalanan ke Vladivostok, Rusia, pada malam hari Selasa (1/9/2026), menyusul keberangkatannya dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kunjungan ini dilakukan sebagai respons atas undangan khusus dari Presiden Vladimir Putin untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, yang menjadi ajang pertemuan ekonomi tingkat dunia di kawasan Asia-Pasifik. Kehadiran Presiden sebagai tamu kehormatan utama menandai pentingnya peran Indonesia dalam dinamika hubungan internasional saat ini.

Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut disebut sebagai bentuk komitmen kuat terhadap kerja sama strategis dengan Rusia, yang telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa undangan khusus dari Putin mencerminkan kepercayaan tinggi Rusia terhadap Indonesia sebagai mitra yang andal dan berpengaruh di kawasan, khususnya dalam konteks ASEAN dan gerakan Negara-negara Global South. Hal ini juga menjadi bukti bahwa diplomasi bilateral telah mencapai level yang lebih dalam dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi sejumlah menteri utama, termasuk Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta para pejabat strategis lainnya. Fokus utama pertemuan di forum tersebut adalah memperkuat kolaborasi di sektor ekonomi, energi, perdagangan, investasi, dan teknologi. Kedua negara berkomitmen untuk mendorong kerja sama konkret yang menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara.

Teddy menegaskan bahwa seluruh kebijakan luar negeri yang dijalankan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Dengan tetap menjaga kemandirian, Indonesia membangun hubungan baik dengan berbagai kekuatan global tanpa terikat pada blok tertentu. Tujuan utamanya adalah memperluas jaringan kerja sama yang mendukung kesejahteraan nasional dan posisi Indonesia sebagai aktor global yang berperan dalam menyelesaikan isu-isu global secara inklusif.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya