Prabowo ke Vladivostok Hadiri Forum Ekonomi Global
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Rusia sebagai tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum, menegaskan kedekatan hubungan bilateral dan posisi strategis Indonesia di kancah internasional.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 09.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto resmi menempuh perjalanan ke Vladivostok, Rusia, pada malam hari Selasa (1/9/2026), menyusul keberangkatannya dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kunjungan ini dilakukan sebagai respons atas undangan khusus dari Presiden Vladimir Putin untuk menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, yang menjadi ajang pertemuan ekonomi tingkat dunia di kawasan Asia-Pasifik. Kehadiran Presiden sebagai tamu kehormatan utama menandai pentingnya peran Indonesia dalam dinamika hubungan internasional saat ini.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut disebut sebagai bentuk komitmen kuat terhadap kerja sama strategis dengan Rusia, yang telah berkembang secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa undangan khusus dari Putin mencerminkan kepercayaan tinggi Rusia terhadap Indonesia sebagai mitra yang andal dan berpengaruh di kawasan, khususnya dalam konteks ASEAN dan gerakan Negara-negara Global South. Hal ini juga menjadi bukti bahwa diplomasi bilateral telah mencapai level yang lebih dalam dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi sejumlah menteri utama, termasuk Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta para pejabat strategis lainnya. Fokus utama pertemuan di forum tersebut adalah memperkuat kolaborasi di sektor ekonomi, energi, perdagangan, investasi, dan teknologi. Kedua negara berkomitmen untuk mendorong kerja sama konkret yang menghasilkan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara.
Teddy menegaskan bahwa seluruh kebijakan luar negeri yang dijalankan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Dengan tetap menjaga kemandirian, Indonesia membangun hubungan baik dengan berbagai kekuatan global tanpa terikat pada blok tertentu. Tujuan utamanya adalah memperluas jaringan kerja sama yang mendukung kesejahteraan nasional dan posisi Indonesia sebagai aktor global yang berperan dalam menyelesaikan isu-isu global secara inklusif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


