Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Percepat Hilirisasi dan Penataan BUMN untuk Ekonomi Lebih Kuat

Presiden Prabowo Subianto tekankan percepatan hilirisasi sumber daya alam dan penataan BUMN secara menyeluruh untuk tingkatkan efisiensi dan kontribusi ekonomi nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.42 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Prabowo Percepat Hilirisasi dan Penataan BUMN untuk Ekonomi Lebih Kuat
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat proses hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi berkelanjutan. Pertemuan strategis di Hambalang, Jawa Barat, melibatkan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri ESDM, serta jajaran Danantara, menjadi wadah evaluasi terhadap progres implementasi kebijakan tersebut. Fokus utama adalah meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui transformasi sektor pertambangan dan energi, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Dalam pertemuan, Presiden juga menyampaikan arahan terkait penataan dan perampingan BUMN yang telah menunjukkan hasil signifikan. Hingga saat ini, 290 BUMN telah ditutup secara resmi, menghasilkan penghematan anggaran negara mencapai Rp50 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari rencana strategis untuk menyederhanakan struktur perusahaan negara dan meningkatkan efisiensi operasional. Target jangka panjang adalah penutupan tambahan 700 BUMN hingga akhir Desember 2026.

Dengan restrukturisasi yang berkelanjutan, pemerintah memproyeksikan efisiensi anggaran mencapai Rp100 triliun secara keseluruhan. Proses konsolidasi ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban anggaran, tetapi juga memastikan BUMN yang tetap beroperasi memiliki struktur yang sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pembangunan nasional. Penataan dilakukan secara terukur dan berbasis data, dengan pendekatan yang komprehensif dan transparan.

Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa penataan BUMN bukan sekadar pemotongan, tetapi transformasi menyeluruh menuju perusahaan negara yang berkinerja tinggi. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula para pejabat eselon satu, termasuk COO Danantara Dony Oskaria dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang turut mendukung arahan Presiden. Kebijakan ini menjadi fondasi penting dalam upaya memperkuat ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya