Prabowo Percepat Hilirisasi dan Penataan BUMN untuk Ekonomi Lebih Kuat
Presiden Prabowo Subianto tekankan percepatan hilirisasi sumber daya alam dan penataan BUMN secara menyeluruh untuk tingkatkan efisiensi dan kontribusi ekonomi nasional.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.42 WITA·👁 10 orang membaca· 0 hari ini · 39x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat proses hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi berkelanjutan. Pertemuan strategis di Hambalang, Jawa Barat, melibatkan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri ESDM, serta jajaran Danantara, menjadi wadah evaluasi terhadap progres implementasi kebijakan tersebut. Fokus utama adalah meningkatkan nilai tambah dalam negeri melalui transformasi sektor pertambangan dan energi, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.
Dalam pertemuan, Presiden juga menyampaikan arahan terkait penataan dan perampingan BUMN yang telah menunjukkan hasil signifikan. Hingga saat ini, 290 BUMN telah ditutup secara resmi, menghasilkan penghematan anggaran negara mencapai Rp50 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari rencana strategis untuk menyederhanakan struktur perusahaan negara dan meningkatkan efisiensi operasional. Target jangka panjang adalah penutupan tambahan 700 BUMN hingga akhir Desember 2026.
Dengan restrukturisasi yang berkelanjutan, pemerintah memproyeksikan efisiensi anggaran mencapai Rp100 triliun secara keseluruhan. Proses konsolidasi ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban anggaran, tetapi juga memastikan BUMN yang tetap beroperasi memiliki struktur yang sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pembangunan nasional. Penataan dilakukan secara terukur dan berbasis data, dengan pendekatan yang komprehensif dan transparan.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa penataan BUMN bukan sekadar pemotongan, tetapi transformasi menyeluruh menuju perusahaan negara yang berkinerja tinggi. Dalam pertemuan tersebut, hadir pula para pejabat eselon satu, termasuk COO Danantara Dony Oskaria dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang turut mendukung arahan Presiden. Kebijakan ini menjadi fondasi penting dalam upaya memperkuat ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026

Rantai Pasok Tangguh Kunci Optimalisasi Nilai Mineral Kritis
Investasi terkoordinasi dan rantai pasok yang kuat menjadi kunci utama untuk mengeksploitasi nilai tambah tinggi dari mineral kritis di Indonesia.
24 Oktober 2026

Antam Siap Kelola Tambang Emas Baru di Papua
Pemerintah menutup operasional tambang emas PT Kristalin Eka Lestari di Nabire dan menyerahkan kawasan seluas 275,36 hektare kepada PT Aneka Tambang Tbk untuk pengelolaan berkelanjutan.
24 Oktober 2026

ANTAM Perkuat Fondasi Bisnis untuk Nilai Tambah Jangka Panjang
Perusahaan tambang nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan di semester pertama 2026, dengan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba naik 34%, seiring fokus pada hilirisasi dan optimalisasi operasional.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

