Prabowo Undang Investasi Rusia di 138 Blok Energi Indonesia
Presiden Prabowo mengajak perusahaan Rusia berpartisipasi dalam 138 blok eksplorasi energi yang telah dibuka di Indonesia, sekaligus memperluas kolaborasi di kilang, terminal, pupuk, dan pertambangan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto secara langsung membuka peluang kerja sama strategis dengan sektor energi Rusia dalam forum internasional di Vladivostok. Ia menyampaikan bahwa Indonesia kini telah membuka akses bagi investor asing, termasuk perusahaan Rusia, untuk berpartisipasi dalam pengembangan 138 blok eksplorasi energi yang tersebar di berbagai wilayah. Ajakan ini disampaikan dalam konteks pertemuan Eastern Economic Forum, sebagai bentuk komitmen memperkuat kemitraan energi bilateral.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi bergantung pada impor gas dari Rusia karena produksi liquefied natural gas (LNG) dalam negeri yang kini cukup memadai. Namun, pemerintah tetap terbuka terhadap teknologi dan kapasitas pengembangan proyek yang dimiliki perusahaan Rusia. Ia menyoroti potensi kolaborasi di bidang infrastruktur energi seperti pembangunan kilang dan terminal penyimpanan yang dapat dikerjakan bersama.
Dalam sektor pertanian dan industri, Prabowo menyebut telah terjadi penandatanganan nota kesepahaman antara perusahaan pupuk nasional dengan salah satu grup usaha besar dari Rusia. Kerja sama ini ditujukan untuk mengembangkan proyek produksi pupuk berbasis gas alam di wilayah Timur Jauh Rusia, yang saat ini telah mencapai tahap pengembangan lanjutan. Proyek ini diharapkan menjadi pilar baru dalam stabilitas pasokan pupuk nasional.
Selain itu, Prabowo mengungkapkan bahwa Rusal, perusahaan aluminium asal Rusia, akan memperluas kehadirannya di Indonesia melalui pengembangan kilang bersama mitra lokal. Langkah ini menunjukkan keterbukaan pemerintah terhadap kemitraan strategis di sektor pertambangan dan pengolahan mineral. Prabowo menegaskan bahwa kerja sama dengan Rusia tidak terbatas pada satu sektor, melainkan terus diperluas di berbagai bidang yang saling menguntungkan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Partikel abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dapat menyebabkan iritasi kulit, terutama pada orang dengan kulit sensitif atau barrier yang sudah rusak.
9 September 2026

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Penggunaan dua masker, terutama tipe bedah, dinilai bisa meningkatkan perlindungan dari abu vulkanik meski belum ada bukti ilmiah pasti.
9 September 2026

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Pemilik hewan peliharaan di lima provinsi terdampak harus segera lindungi anabul dari paparan abu vulkanik dengan langkah-langkah praktis dan preventif.
9 September 2026

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Langkah tepat saat terpapar abu vulkanik mencakup menjauh dari sumber, membersihkan tubuh dengan hati-hati, dan segera ke dokter jika gejala memburuk.
9 September 2026
Berita Lainnya

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA

Data Ekonomi India Dikritik, Mantan Pejabat Sebut Manipulasi Sistemik
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

48 Jam Listrik Padam, Warga Gambia Aksi Massal Tuntut Presiden Mundur
Rabu, 9 September 2026, 07.34 WITA

Warga Bantaran Rel Senen Diberi Hunian Sementara oleh Pemerintah
Rabu, 9 September 2026, 07.33 WITA


