Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prabowo Ungkap Negara Sumber Ejekan Terhadap Indonesia

Presiden Prabowo menyatakan ada negara yang mengolok-olok Indonesia, terkait isu kebakaran hutan yang diduga melibatkan perusahaan asing, dan berjanji akan mengungkap nama perusahaan pelanggar serta mencabut izin usaha mereka.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 37x dibuka
Prabowo Ungkap Negara Sumber Ejekan Terhadap Indonesia📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa saat ini terdapat sejumlah negara yang melakukan ejekan terhadap Indonesia, terutama dalam konteks kebakaran hutan yang terjadi di berbagai wilayah tanah air. Pernyataan ini disampaikannya dalam kesempatan pidato pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Convention Centre, Kamis (22/10/2026). Ia menyoroti bahwa isu tersebut tidak hanya sekadar kritik, tetapi juga mencerminkan ketidakpedulian dari pihak-pihak tertentu terhadap kondisi lingkungan di Indonesia.

Prabowo menegaskan adanya indikasi keterlibatan perusahaan asing dalam aksi yang menyebabkan kebakaran hutan, yang menurutnya menunjukkan kerentanan sistem pengawasan dan regulasi di dalam negeri. Ia menyampaikan bahwa banyak entitas asing yang diduga menjadi aktor utama, namun saat ini masih beroperasi tanpa konsekuensi tegas. “Ada beberapa negara yang mengolok-olok kita, menghina dan sebagainya… padahal banyak yang bertanggung jawab perusahaan mereka, yang ada disini,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden menegaskan komitmennya untuk mengungkap identitas perusahaan asing yang terlibat dalam praktik merusak lingkungan. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah tegas akan segera diambil, termasuk pencabutan izin operasional bagi siapa pun yang melanggar peraturan. “Nanti pada saatnya kita umumkan nama-nama (perusahaan) itu,” tegasnya, menekankan bahwa keputusan tersebut akan diambil tanpa ragu-ragu.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan lagi membiarkan pelanggaran lingkungan dilakukan secara terus-menerus tanpa konsekuensi. Janji tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola sumber daya alam dan menegaskan kedaulatan negara dalam mengelola wilayahnya secara mandiri dan bertanggung jawab. Tujuan utamanya adalah menegaskan kembali harga diri bangsa serta memastikan kebijakan ekonomi dan lingkungan berjalan selaras dengan kepentingan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya