Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Prancis Tangani Kekerasan Massal dengan Jam Malam dan Aparat Besar-Besaran

Pemerintah Prancis perpanjang jam malam dan kerahkan polisi besar-besaran pasca kerusuhan akibat protes kenaikan biaya hidup yang melibatkan setengah juta orang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 75x dibuka
Prancis Tangani Kekerasan Massal dengan Jam Malam dan Aparat Besar-Besaran📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketegangan terus memburuk di Prancis setelah aksi protes menentang kenaikan biaya hidup berubah menjadi kerusuhan di berbagai kota. Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengumumkan pengerahan pasukan keamanan dalam skala besar untuk mengamankan situasi pada akhir pekan mendatang, menilai respons sebelumnya belum cukup efektif dalam menekan eskalasi kekerasan. Ia juga menyebut adanya upaya terorganisir oleh kelompok radikal ultra-kiri yang diduga merancang aksi pemberontakan.

Penerapan jam malam secara parsial telah berlaku sejak Senin di wilayah ibu kota Paris serta sejumlah kota lainnya. Pembatasan waktu mulai pukul 21.00 waktu setempat dan mencakup kawasan strategis seperti Place de la République, Les Halles, Champs-Élysées, serta stasiun kereta api. Polisi juga melarang warga membawa wadah berisi bensin atau bahan bakar lain guna mencegah pembakaran yang sempat terjadi dalam bentrokan akhir pekan lalu.

Kerusuhan yang melibatkan sekitar setengah juta demonstran telah menyebabkan kerusakan fasilitas publik, penjarahan, dan cedera serius. Sejumlah negara, termasuk AS, China, dan Jerman, telah mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warganya yang berada di Prancis. Dalam penanganan hukum, hampir 150 orang telah ditahan, lebih dari 800 lainnya diproses di pengadilan, termasuk beberapa yang tanpa catatan kriminal sebelumnya. Menteri Kehakiman Gerald Darmanin menegaskan bahwa sistem peradilan berlaku tegas terhadap pelaku.

Presiden Emmanuel Macron mengakui kegagalan penanganan awal kerusuhan, meski tetap menolak pengunduran diri Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez yang sempat menawarkan mundur setelah menyatakan kepolisian kehilangan kendali. Parlemen kini mempertimbangkan penyelidikan mendalam terhadap kegagalan intelijen, strategi kepolisian, dan kesiapan pemerintah dalam menghadapi krisis. Di sisi lain, pemerintah berjanji memberikan pinjaman tanpa bunga mulai Jumat bagi pelaku usaha yang toko atau asetnya rusak akibat aksi kerusuhan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya