Praperadilan Ketiga Lodewyk Pusung Dikabulkan karena Proses Terus Dibolak-balik
Pengacara OC Kaligis menegaskan praperadilan ketiga kliennya, Lodewyk Pusung, diajukan lantaran proses hukum terus dipindah-pindahkan tanpa substansi diperiksa.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 14.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Lodewyk Pusung, mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, kembali mengajukan praperadilan ke pengadilan setelah sebelumnya dua permohonan ditolak karena masalah yurisdiksi. Pengacaranya, OC Kaligis, menyatakan kliennya merasa dirugikan secara prosedural karena setiap kali proses dilakukan, otoritas pengadilan terus berpindah tanpa penjelasan yang jelas. Dari PN Jakarta Selatan ke PN Jakarta Pusat, dan kembali ke Jakarta Selatan, tanpa ada peninjauan terhadap inti persoalan.
Menurut Kaligis, substansi yang ingin diuji dalam praperadilan adalah apakah Pusung benar-benar terlibat dalam pengadaan barang dan jasa. Namun, setiap kali sidang digelar, tidak ada pembahasan terhadap bukti atau keterangan fakta yang mendukung dakwaan. Bahkan, pada sidang pertama, pengadilan menyatakan tidak berwenang memeriksa, sementara di sidang kedua, pengadilan lain justru menyatakan bahwa kewenangan berada di pengadilan pertama—menciptakan kegagapan hukum yang berulang.
Ia menyebut proses ini terkesan tidak logis dan mengarah pada ketidakadilan. “Ini bukan sekadar kesalahan administratif, tapi sistematis. Jika ada keberpihakan, maka harus diungkap. Intinya bukan soal lokasi pengadilan, tapi soal apakah kliennya benar-benar terlibat dalam kasus yang disangkakan,” tegas Kaligis di PN Jakarta Selatan. Ia menyoroti ketidakhadiran jaksa dalam mengajukan dua alat bukti dan dua saksi fakta yang seharusnya menjadi dasar penilaian.
Dengan praperadilan ketiga yang kini diproses, pihaknya berharap proses hukum bisa berjalan secara objektif dan transparan. Tujuannya bukan menghindari proses, melainkan menegaskan hak konstitusional kliennya untuk diproses secara adil dan berdasarkan bukti yang sah. Semua pihak diharapkan menaikkan standar profesionalisme agar kepercayaan publik terhadap sistem peradilan tetap terjaga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pupuk Indonesia Perkuat Irigasi di 5 Wilayah, Dorong Ketahanan Pangan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan infrastruktur irigasi di lima daerah untuk tingkatkan akses air bagi petani lahan tadah hujan.
26 Oktober 2026

Indonesia Butuh Lebih Banyak Penulis Naskah Film Profesional
Ketua BPI ungkap industri film lokal kekurangan talenta, terutama penulis naskah, meski lulusan perfilman jumlahnya melimpah namun hanya sedikit yang masuk ke industri.
26 Oktober 2026

Adegan Pernikahan Chandler Bing Menggambarkan Harapan Terdalam Perry
Keluarga Matthew Perry mengungkapkan kesedihan mendalam saat menyaksikan adegan pernikahan Chandler dan Monica, yang mencerminkan keinginan abang mereka untuk memiliki keluarga di tengah perjuangan melawan kecanduan.
26 Oktober 2026

Ubed Siap Laga Penentu di Final French Open 2026
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah, melangkah ke final French Open 2026 setelah menaklukkan unggulan Prancis dalam pertandingan sengit tiga gim.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lula Menang Pilpres Brasil, Ulangi Sejarah sebagai Presiden Terlama
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Singapura Tanggapi Pemangkasan Ekspor Gas RI dengan Langkah Hukum
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Pembayaran Gaji ASN Tetap Melalui Perbankan
Senin, 26 Oktober 2026, 09.29 WITA

Indonesia Siap Tentukan Nasib Rating Pasar Modal Sendiri
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

9 Perusahaan Siap Melantai di Bursa, Tiga Punya Aset Jumbo
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Jual Bersih Rp8,73 Triliun, 10 Saham Ini Paling Dijual
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

Asing Borong Saham Unggulan, IHSG Akhiri Pekan Naik 1,21%
Senin, 26 Oktober 2026, 09.28 WITA

IHSG Diproyeksi Naik Terbatas dengan Risiko Koreksi
Senin, 26 Oktober 2026, 09.25 WITA

