Prasmanan MBG Tak Naikkan Anggaran, Siswa Bisa Tambahan dari Sisa Makanan
Sistem prasmanan dalam Makan Bergizi Gratis tetap menjaga anggaran tetap, sambil memberi kesempatan siswa mengambil tambahan dari makanan tersisa tanpa biaya tambahan.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.21 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 117x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa penerapan sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengubah alokasi anggaran. Setiap siswa tetap menerima porsi standar sesuai takaran gizi yang telah ditetapkan, termasuk komposisi protein dan nasi. Anggaran tetap dihitung berdasarkan jumlah peserta, dengan nilai per porsi sebesar Rp15 ribu, tanpa penyesuaian meskipun ada tambahan makanan yang diambil dari sisa penyajian.
Keunggulan utama sistem ini terletak pada fleksibilitas pengambilan makanan setelah seluruh siswa menerima porsi awal. Jika masih ada sisa makanan, siswa yang merasa belum kenyang diperbolehkan mengambil lebih banyak tanpa memengaruhi anggaran. Menurut Kepala BGN, rata-rata dalam simulasi kelas 30 siswa, terdapat sisa makanan yang bisa dimanfaatkan, sehingga tidak semua makanan habis persis sesuai jumlah.
Sistem prasmanan juga diharapkan menekan pemborosan makanan, karena siswa dapat menyesuaikan jumlah yang diambil setelah mendapatkan porsi dasar. Dari hasil observasi di beberapa lokasi, tingkat konsumsi makanan mencapai tingkat tinggi dan kebersihan penyajian terjaga dengan baik. Namun, BGN menekankan bahwa sistem ini tidak bisa diterapkan langsung di seluruh sekolah tanpa persiapan.
Kesiapan infrastruktur dapur, sumber daya manusia, serta komitmen sekolah dan orang tua menjadi syarat utama. Sekolah harus mendaftar, mengikuti pelatihan, dan divalidasi kesiapannya sebelum boleh menerapkan sistem ini. BGN menegaskan bahwa standar layanan tetap harus terjaga, meskipun mekanisme penyajian berbeda.
Uji coba sistem prasmanan saat ini dilakukan di berbagai wilayah seperti Jawa, Merauke, Aceh, dan Palembang untuk mengidentifikasi tantangan teknis, termasuk distribusi, tenaga pendukung, dan edukasi. Perluasan akan dilakukan secara bertahap setelah evaluasi selesai. Target akhir hingga akhir 2026 adalah menerapkan sistem ini di 1.000 hingga 5.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, dengan prioritas pada sekolah yang siap secara infrastruktur dan SDM.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

OJK Tekankan Kewaspadaan dalam Manfaatkan Pembiayaan Digital
OJK imbau masyarakat bijak manfaatkan akses pembiayaan digital dengan tetap mempertimbangkan kemampuan membayar dan pemahaman risiko yang melekat.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA: Tak Ganggu Ketersediaan
Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 juta kaki kubik harian, tetapi otoritas energi Singapura menegaskan ketersediaan pasokan tetap terjaga.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, EMA Jamin Stabilitas Pasokan
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, namun otoritas energi Singapura menegaskan pasokan tetap aman berkat cadangan dan diversifikasi sumber.
25 Oktober 2026

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Jaga Ketersediaan Dalam Negeri
Pemerintah Indonesia memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD mulai 24 Oktober 2026 demi menjamin pasokan energi nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Gubernur Tegaskan Kedisiplinan Waktu Jadi Syarat Utama JRF 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Ribuan Orang Ditahan dalam Aksi Protes Prancis Terkait Biaya Hidup
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.28 WITA

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Vape Berisiko Sebabkan Cedera Paru dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Prancis Siap Blokir Media Sosial Jelang Demo Rompi Kuning
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.27 WITA

Indonesia Tekankan Konservasi Air Lewat Pengelolaan Daratan Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.26 WITA

GR Garage Ukir Prestasi di Kejurnas ITCR 1200 dan OMR 2026
Minggu, 25 Oktober 2026, 12.13 WITA

