Print on Demand Dorong Pertumbuhan Industri Tekstil Jabar
Tren cetak sesuai permintaan jadi penopang pertumbuhan industri pakaian di Jawa Barat di tengah tekanan ekonomi global dan persaingan harga.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 04.38 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 27x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Industri tekstil dan busana di Jawa Barat menunjukkan ketahanan signifikan di tengah tantangan global, didorong oleh dominasi model produksi berbasis permintaan (print on demand). Fenomena ini kian menguat seiring meningkatnya kegiatan komunitas olahraga dan sosial yang membutuhkan produk seragam eksklusif, seperti jersey lari dan kostum komunitas otomotif. Permintaan terhadap layanan cetak digital skala kecil hingga menengah mengalami kenaikan tiga hingga empat persen, menunjukkan adanya pergeseran model bisnis yang lebih fleksibel dan responsif terhadap tren lokal.
Kepala Moremedia Indonesia, Bryan W Arsaha, menekankan bahwa model produksi ini menjadi solusi atas perlambatan manufaktur konvensional. Dengan memanfaatkan teknologi cetak langsung ke kain (direct to garment), industri kini mampu mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi lingkungan melalui penggunaan tinta eco-solvent serta pemanfaatan sisa kain melalui proses upcycle. Teknologi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menurunkan biaya produksi per unit, menjadikannya kompetitif di pasar yang keras.
Pameran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2026 yang diselenggarakan di Bandung Convention Centre pada 2–5 September menjadi wadah strategis bagi UMKM dan pelaku usaha lokal untuk mengakses mesin dan bahan baku secara langsung. Dengan menghadirkan 20 perusahaan dan 50 merek teknologi, pameran ini berhasil memangkas rantai distribusi dan mengurangi biaya operasional. Lokasi di Bandung dipilih sebagai pusat strategis untuk memudahkan akses bagi pengusaha dari berbagai daerah di Jawa Barat tanpa harus menempuh perjalanan ke Jakarta.
Keterlibatan institusi pendidikan vokasi seperti SMK Tata Busana, ISBI, dan Islamic Fashion Institute (IFI) Bandung menjadi bagian penting dari ekosistem inovasi ini. Founder IAPE, Aulia Sunhandhyka, menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan industri menjadi kunci untuk menjaga kualitas SDM dan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan pasar. Sementara itu, Usman Batubara dari Kopi Grafika menilai bahwa percetakan adalah fondasi tak terlihat di balik nilai tambah produk kreatif, termasuk kemasan dan apparel. Ia mendorong pemerintah daerah untuk membangun unit percetakan desa sebagai stimulus ekonomi lokal.
Selain pameran, IAPE 2026 juga menyelenggarakan 10 sesi talkshow bertema Apparel Talk dengan 15 narasumber, demo langsung, serta forum bisnis untuk memperkuat koneksi antara pelaku usaha, desainer, dan instansi terkait. Acara ini diharapkan menjadi pusat inovasi dan transformasi industri tekstil yang berkelanjutan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi lokal di sektor kreatif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026

Singapura Bantah Kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke Kedubes
Kedubes Singapura di Jakarta membantah tudingan adanya kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke kediaman duta besar pada 18 Oktober 2026, sekaligus menegaskan informasi tersebut sebagai disinformasi.
25 Oktober 2026

Seruni dan Dekranas Dorong Pelestarian Tenun Gringsing di Bali
Kunjungan Seruni dan Dekranas ke Desa Tenganan Pegringsingan didukung dengan bantuan 500 kacamata bagi lansia penenun, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat adat.
25 Oktober 2026

Integrasi Raker Tiga Lembaga Dorong Efisiensi dan Sinergi Program
Tri Tito Karnavian memperkenalkan integrasi rapat kerja tiga lembaga pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi substansi program.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

