Produsen Benih Unggul Dorong Swasembada Pangan Nasional
Inovasi genetika dan transformasi sistem pemuliaan benih di PT Sang Hyang Seri mendorong pencapaian swasembada delapan komoditas pangan utama hingga 2026.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.26 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pencapaian swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah kini menunjukkan progres signifikan, terutama berkat peran strategis industri benih dalam memperkuat ketahanan pangan. Berdasarkan proyeksi Neraca 11 Komoditas Badan Pangan Nasional per 4 Juni 2026, delapan komoditas utama telah mencapai kemandirian, termasuk beras yang diproyeksikan menghasilkan surplus 3,66 juta ton. Produksi beras diperkirakan mencapai 34,76 juta ton, melampaui kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton. Komoditas lain yang telah mencapai kemandirian meliputi jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah.
Di tengah kemajuan tersebut, peran PT Sang Hyang Seri (Persero) atau SHS sebagai pelaku utama industri benih nasional menjadi kunci. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi benih padi, pemasaran hasil pertanian, dan layanan pertanian berbasis teknologi kini memperluas fokus dari sekadar distribusi benih menjadi pengembangan varietas unggul berbasis genetika. Direktur Utama SHS, Adhi Cahyono Nugroho, menegaskan bahwa kunci swasembada pangan terletak pada kualitas benih yang mampu menopang produktivitas, ketahanan, dan adaptasi lingkungan. Ia menekankan bahwa masa depan pertanian Indonesia ditentukan oleh penguasaan teknologi genetika dan inovasi produksi berkelanjutan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, SHS sedang menjalani transformasi menuju Tropical Genetic Precision Company. Pendekatan ini menempatkan riset genetika sebagai inti inovasi, dengan memanfaatkan kekayaan biodiversitas tropis Indonesia sebagai sumber daya utama. Melalui serangkaian fasilitas ilmiah seperti Bank Plasma Nutfah, Laboratorium Genotyping, Laboratorium Molekuler, Greenhouse & Speed Breeding, serta sistem Bioinformatics & Genomic Database, SHS membangun sistem pemuliaan benih secara end-to-end. Tujuannya adalah menghasilkan varietas yang tidak hanya produktif, tetapi juga tahan terhadap hama, penyakit, dan stres lingkungan.
SHS juga memperkuat standar Super Premium Seed yang melampaui kriteria fisik dan fisiologis, dengan memasukkan aspek genetik, kesehatan benih, serta kemampuan pelacakan (traceability). Fokus utama kini adalah pengembangan varietas berumur genjah tanpa mengorbankan hasil atau kualitas, guna mempercepat masa tanam dan meningkatkan intensitas panen. Proses pemuliaan dilakukan secara paralel untuk mengevaluasi berbagai karakteristik, termasuk adaptasi terhadap berbagai agroekosistem. Dengan pendekatan speed breeding, siklus pengembangan varietas dipercepat tanpa mengurangi ketatnya tahapan pengujian dan validasi.
Tujuan akhir dari semua inisiatif ini bukan sekadar jumlah benih yang diproduksi, melainkan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas petani, efisiensi budidaya, dan stabilitas hasil panen. Lahan dan fasilitas SHS, khususnya di Sukamandi, berfungsi sebagai laboratorium hidup untuk pengujian dan pengembangan teknologi perbenihan tropis. Dengan pendekatan “tepat varietas, tepat lingkungan, tepat musim, tepat kebutuhan petani”, SHS berkomitmen menjadikan industri benih sebagai fondasi utama terwujudnya kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jet Tempur RAF Jatuh di Anglesey, Dua Pilot Selamat
Sebuah jet tempur Hawk T2 milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris jatuh dan meledak dekat permukiman di Anglesey, namun dua pilot berhasil melontarkan diri dan selamat.
24 September 2026

BGN Periksa Dapur MBG Batang Usai 219 Orang Keracunan
Badan Gizi Nasional menangani kasus keracunan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis di Batang, temukan pelanggaran prosedur dan kebersihan, serta mencopot kepala dapur.
24 September 2026
Narapidana Diduga Bayar Sewa Hunian Mewah di Lapas Cibinong
Ombudsman RI menduga narapidana membayar sewa untuk tinggal di rumah mewah di Lapas Cibinong, sementara pengunjung dikenai pungutan liar Rp150 ribu per minggu.
24 September 2026

Prabowo Bentuk Badan Nasional Pengelola Gambut dan Mangrove
Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional sebagai langkah strategis pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
24 September 2026
Berita Lainnya

Presiden Bentuk Badan Nasional untuk Pencegahan Karhutla dari Akar Rumput
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Presiden Dorong Riset Optimalisasi Lahan Gambut
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Mabes Polri Ambil Alih Penyelidikan Tenggelamnya Kapal Virgo
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Pemprov NTB dan DPR RI Perkuat Perlindungan PMI dari Hulu ke Hilir
Kamis, 24 September 2026, 23.29 WITA

Penyusunan UU Reforma Agraria Dilakukan dengan Pertimbangan Mendalam
Kamis, 24 September 2026, 23.28 WITA

Penularan HIV: Fakta Ilmiah di Balik Mitos yang Berkembang
Kamis, 24 September 2026, 23.22 WITA

Mobil Penumpang Kapal Pesiar Dipenuhi Anak Laba-Laba di Galveston
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

Vaksindo Ekspor Vaksin Unggas ke Afrika, Capai Rp1,9 Miliar
Kamis, 24 September 2026, 23.15 WITA

