Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Produsen Benih Unggul Dorong Swasembada Pangan Nasional

Inovasi genetika dan transformasi sistem pemuliaan benih di PT Sang Hyang Seri mendorong pencapaian swasembada delapan komoditas pangan utama hingga 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 15.26 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
Produsen Benih Unggul Dorong Swasembada Pangan Nasional📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pencapaian swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah kini menunjukkan progres signifikan, terutama berkat peran strategis industri benih dalam memperkuat ketahanan pangan. Berdasarkan proyeksi Neraca 11 Komoditas Badan Pangan Nasional per 4 Juni 2026, delapan komoditas utama telah mencapai kemandirian, termasuk beras yang diproyeksikan menghasilkan surplus 3,66 juta ton. Produksi beras diperkirakan mencapai 34,76 juta ton, melampaui kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton. Komoditas lain yang telah mencapai kemandirian meliputi jagung pakan, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang merah.

Di tengah kemajuan tersebut, peran PT Sang Hyang Seri (Persero) atau SHS sebagai pelaku utama industri benih nasional menjadi kunci. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi benih padi, pemasaran hasil pertanian, dan layanan pertanian berbasis teknologi kini memperluas fokus dari sekadar distribusi benih menjadi pengembangan varietas unggul berbasis genetika. Direktur Utama SHS, Adhi Cahyono Nugroho, menegaskan bahwa kunci swasembada pangan terletak pada kualitas benih yang mampu menopang produktivitas, ketahanan, dan adaptasi lingkungan. Ia menekankan bahwa masa depan pertanian Indonesia ditentukan oleh penguasaan teknologi genetika dan inovasi produksi berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, SHS sedang menjalani transformasi menuju Tropical Genetic Precision Company. Pendekatan ini menempatkan riset genetika sebagai inti inovasi, dengan memanfaatkan kekayaan biodiversitas tropis Indonesia sebagai sumber daya utama. Melalui serangkaian fasilitas ilmiah seperti Bank Plasma Nutfah, Laboratorium Genotyping, Laboratorium Molekuler, Greenhouse & Speed Breeding, serta sistem Bioinformatics & Genomic Database, SHS membangun sistem pemuliaan benih secara end-to-end. Tujuannya adalah menghasilkan varietas yang tidak hanya produktif, tetapi juga tahan terhadap hama, penyakit, dan stres lingkungan.

SHS juga memperkuat standar Super Premium Seed yang melampaui kriteria fisik dan fisiologis, dengan memasukkan aspek genetik, kesehatan benih, serta kemampuan pelacakan (traceability). Fokus utama kini adalah pengembangan varietas berumur genjah tanpa mengorbankan hasil atau kualitas, guna mempercepat masa tanam dan meningkatkan intensitas panen. Proses pemuliaan dilakukan secara paralel untuk mengevaluasi berbagai karakteristik, termasuk adaptasi terhadap berbagai agroekosistem. Dengan pendekatan speed breeding, siklus pengembangan varietas dipercepat tanpa mengurangi ketatnya tahapan pengujian dan validasi.

Tujuan akhir dari semua inisiatif ini bukan sekadar jumlah benih yang diproduksi, melainkan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas petani, efisiensi budidaya, dan stabilitas hasil panen. Lahan dan fasilitas SHS, khususnya di Sukamandi, berfungsi sebagai laboratorium hidup untuk pengujian dan pengembangan teknologi perbenihan tropis. Dengan pendekatan “tepat varietas, tepat lingkungan, tepat musim, tepat kebutuhan petani”, SHS berkomitmen menjadikan industri benih sebagai fondasi utama terwujudnya kemandirian pangan nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya