Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pertemuan BI dan Kemenkeu Bahas Sinergi Kebijakan Moneter-Fiskal

Gubernur BI dan Menteri Keuangan bertemu untuk memperkuat koordinasi kebijakan moneter dan fiskal melalui forum KSSK, membahas likuiditas dan strategi penerbitan surat berharga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 21.26 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Pertemuan BI dan Kemenkeu Bahas Sinergi Kebijakan Moneter-Fiskal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pertemuan antara Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan berlangsung pada Kamis sore, 24 September, di Jakarta, dengan durasi yang sedikit lebih lama dari jadwal awal akibat diskusi mendalam. Kegiatan tersebut mengalami keterlambatan 26 menit karena intensitas pembahasan yang tinggi, namun tetap disampaikan dengan nada santai oleh Gubernur BI, yang menyampaikan kehadiran diskusi yang "agak alot" sebagai bagian dari proses yang dinamis dan konstruktif.

Pertemuan ini merupakan bagian dari komunikasi rutin antara dua lembaga strategis dalam pengelolaan stabilitas sistem keuangan nasional. Gubernur BI menekankan pentingnya sinergi antara BI dan Kemenkeu, terutama dalam konteks Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang melibatkan empat institusi utama. Menurutnya, kolaborasi yang kuat di antara keempat lembaga tersebut menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan menjamin keberlanjutan kebijakan.

Dalam forum tersebut, dibahas sejumlah isu krusial, termasuk kondisi likuiditas pasar, strategi penerbitan surat berharga pemerintah, serta peran Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dalam mendukung stabilitas keuangan. Gubernur BI menegaskan bahwa pembahasan ini merupakan bagian dari diskusi reguler yang rutin dilakukan, namun tetap menyisipkan ruang untuk evaluasi mendalam terhadap dinamika pasar dan kebijakan yang sedang berjalan.

Menteri Keuangan, yang baru dilantik, menyampaikan bahwa pertemuan ini juga berfungsi sebagai momen silaturahmi dan perkenalan pribadi setelah menjabat. Ia menekankan bahwa koordinasi antarlembaga harus diperkuat, baik secara bilateral maupun melalui forum KSSK, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah menciptakan sektor-sektor ekonomi yang produktif, yang mampu menyerap tenaga kerja dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Kedua pemimpin lembaga menegaskan bahwa sinergi kebijakan fiskal dan moneter tidak hanya bertujuan menumbuhkan ekonomi, tetapi juga melindungi masyarakat dari risiko ketidakstabilan sistemik. Dengan memperkuat kolaborasi, keduanya berharap dapat menjalankan mandat masing-masing secara efektif, sehingga kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya