Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PT Timah Siap Revisi RKAP 2026 Akibat Laba Melampaui Target

PT Timah akan mengajukan perubahan RKAP 2026 kepada pemegang saham setelah laba semester pertama melebihi target tahunan, dengan pendapatan Rp10,42 triliun dan laba bersih Rp2,71 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.35 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
PT Timah Siap Revisi RKAP 2026 Akibat Laba Melampaui Target📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Timah Tbk (TINS) tengah menyiapkan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026 menyusul kinerja keuangan yang jauh melampaui target awal. Hingga akhir semester pertama tahun ini, perusahaan telah membukukan laba bersih sebesar Rp2,71 triliun, mencapai 169% dari target laba tahunan yang ditetapkan sebesar Rp1,61 triliun. Pendapatan operasional pun tumbuh signifikan, mencapai Rp10,42 triliun, naik 247% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam proses penyusunan RKAP perubahan, manajemen mengakui belum dapat menentukan angka target baru karena masih menunggu persetujuan dari pemegang saham. Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Fina Eliani menegaskan bahwa keputusan penyesuaian anggaran akan dilakukan secara kolektif, termasuk untuk rencana tahun 2027 yang juga akan disesuaikan sesuai arahan pemegang saham. Penyesuaian ini menjadi respons terhadap dinamika pasar dan kinerja operasional yang lebih baik dari yang diperkirakan.

Di sisi produksi, TINS mempercepat target akhir tahun dengan menambah empat unit kapal isap produksi sejak Juli dan Agustus 2026. Strategi ini bertujuan memperkuat kapasitas penambangan laut, sejalan dengan target produksi tahunan sebesar 30.000 ton timah. Selain itu, perusahaan memperluas area tambang darat melalui kerja sama dengan mitra strategis dan menambah alat kerja untuk mendukung efisiensi operasional. Dukungan regulasi yang kondusif juga menjadi faktor pendukung dalam pencapaian target produksi dan distribusi.

TINS juga memperluas jaringan pasar global sepanjang 2026, dengan fokus pada Asia Tenggara, Eropa, dan pasar baru di Filipina. Kehadiran di Inggris diperkuat melalui fasilitas di Southampton, sementara pasar India menunjukkan pertumbuhan signifikan, meningkat dari 5% menjadi 12% terhadap pangsa pasar TINS. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi industri semikonduktor dan kesehatan di kawasan Noida, termasuk lonjakan produksi iPhone dari 33 juta menjadi 55 juta unit.

Proyeksi pasar Timur Tengah juga sedang dipertimbangkan untuk masuk dalam strategi 2027, sebelum konflik regional memengaruhi arus perdagangan. Di samping itu, peluang pertumbuhan juga terbuka di Jepang, Vietnam, dan negara-negara Eropa lainnya. Dengan kinerja yang terus membaik, TINS menunjukkan komitmen untuk memanfaatkan momentum pasar global dan meningkatkan kinerja keuangan secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya