PT Timah Siap Revisi RKAP 2026 Akibat Laba Melampaui Target
PT Timah akan mengajukan perubahan RKAP 2026 kepada pemegang saham setelah laba semester pertama melebihi target tahunan, dengan pendapatan Rp10,42 triliun dan laba bersih Rp2,71 triliun.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.35 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Timah Tbk (TINS) tengah menyiapkan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026 menyusul kinerja keuangan yang jauh melampaui target awal. Hingga akhir semester pertama tahun ini, perusahaan telah membukukan laba bersih sebesar Rp2,71 triliun, mencapai 169% dari target laba tahunan yang ditetapkan sebesar Rp1,61 triliun. Pendapatan operasional pun tumbuh signifikan, mencapai Rp10,42 triliun, naik 247% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam proses penyusunan RKAP perubahan, manajemen mengakui belum dapat menentukan angka target baru karena masih menunggu persetujuan dari pemegang saham. Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Fina Eliani menegaskan bahwa keputusan penyesuaian anggaran akan dilakukan secara kolektif, termasuk untuk rencana tahun 2027 yang juga akan disesuaikan sesuai arahan pemegang saham. Penyesuaian ini menjadi respons terhadap dinamika pasar dan kinerja operasional yang lebih baik dari yang diperkirakan.
Di sisi produksi, TINS mempercepat target akhir tahun dengan menambah empat unit kapal isap produksi sejak Juli dan Agustus 2026. Strategi ini bertujuan memperkuat kapasitas penambangan laut, sejalan dengan target produksi tahunan sebesar 30.000 ton timah. Selain itu, perusahaan memperluas area tambang darat melalui kerja sama dengan mitra strategis dan menambah alat kerja untuk mendukung efisiensi operasional. Dukungan regulasi yang kondusif juga menjadi faktor pendukung dalam pencapaian target produksi dan distribusi.
TINS juga memperluas jaringan pasar global sepanjang 2026, dengan fokus pada Asia Tenggara, Eropa, dan pasar baru di Filipina. Kehadiran di Inggris diperkuat melalui fasilitas di Southampton, sementara pasar India menunjukkan pertumbuhan signifikan, meningkat dari 5% menjadi 12% terhadap pangsa pasar TINS. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi industri semikonduktor dan kesehatan di kawasan Noida, termasuk lonjakan produksi iPhone dari 33 juta menjadi 55 juta unit.
Proyeksi pasar Timur Tengah juga sedang dipertimbangkan untuk masuk dalam strategi 2027, sebelum konflik regional memengaruhi arus perdagangan. Di samping itu, peluang pertumbuhan juga terbuka di Jepang, Vietnam, dan negara-negara Eropa lainnya. Dengan kinerja yang terus membaik, TINS menunjukkan komitmen untuk memanfaatkan momentum pasar global dan meningkatkan kinerja keuangan secara berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


