PTRO Siap Gelar Rights Issue untuk Perkuat Modal Kerja
PT Petrosea Tbk (PTRO) berencana lakukan rights issue hingga 170 juta saham baru guna mendukung modal kerja proyek konstruksi dan rekayasa.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Petrosea Tbk (PTRO) mempersiapkan aksi korporasi penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), dengan rencana menerbitkan maksimal 170 juta saham baru. Saham-saham baru tersebut berasal dari saham portepel perseroan dan memiliki nilai nominal Rp5 per lembar. Jumlah tersebut setara dengan 1,69% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, mencerminkan langkah strategis dalam memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan secara utama untuk menunjang kebutuhan modal kerja dalam menjalankan proyek-proyek utama di bidang rekayasa dan konstruksi. Langkah ini diharapkan mampu mendukung kelancaran operasional serta mendukung pertumbuhan pendapatan perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang. Manajemen menegaskan bahwa tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah memperkuat kesehatan permodalan dan meningkatkan ekuitas perusahaan.
Dalam prosesnya, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimum 1,66%. Rincian lebih lanjut mengenai alokasi dana, mekanisme pelaksanaan, serta ketentuan teknis akan disampaikan melalui prospektus resmi yang akan diterbitkan sebelum pelaksanaan. Pemegang saham akan diminta memberikan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 November 2026.
Pasar reaksi terhadap kabar ini terlihat dari penurunan harga saham PTRO sebesar 4,85% ke level Rp3.920 per saham pada pukul 14.19 WIB, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp39,54 triliun. Meskipun demikian, langkah ini tetap dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan finansial dan kesiapan perusahaan dalam mengeksekusi proyek-proyek besar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam politik, keuangan negara, dan organisasi keislaman.
25 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Presiden Prabowo menegaskan ketahanan ekonomi nasional meski menghadapi tekanan dari MSCI, dengan menekankan kesiapan Indonesia menghadapi dinamika pasar global.
25 Oktober 2026

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Program binaan Pertamina membantu UMKM tumbuh secara ekonomi sekaligus menciptakan dampak sosial luas melalui pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, dan pelestarian budaya lokal.
25 Oktober 2026

Pemprov Kaltim Dorong Literasi Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Rakyat
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur gencar tingkatkan literasi dan inklusi keuangan demi akses layanan keuangan yang aman, terjangkau, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Shin Tae-yong Dorong Sistem Pembinaan Sepak Bola Berkelanjutan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

Laswi Heritage Run 2026 Sukses Gagas Gelora Olahraga di Tengah Warisan Kolonial
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.56 WITA

