Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PTRO Siap Gelar Rights Issue untuk Perkuat Modal Kerja

PT Petrosea Tbk (PTRO) berencana lakukan rights issue hingga 170 juta saham baru guna mendukung modal kerja proyek konstruksi dan rekayasa.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
PTRO Siap Gelar Rights Issue untuk Perkuat Modal Kerja📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Petrosea Tbk (PTRO) mempersiapkan aksi korporasi penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), dengan rencana menerbitkan maksimal 170 juta saham baru. Saham-saham baru tersebut berasal dari saham portepel perseroan dan memiliki nilai nominal Rp5 per lembar. Jumlah tersebut setara dengan 1,69% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, mencerminkan langkah strategis dalam memperkuat struktur keuangan perusahaan.

Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan secara utama untuk menunjang kebutuhan modal kerja dalam menjalankan proyek-proyek utama di bidang rekayasa dan konstruksi. Langkah ini diharapkan mampu mendukung kelancaran operasional serta mendukung pertumbuhan pendapatan perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang. Manajemen menegaskan bahwa tujuan utama dari aksi korporasi ini adalah memperkuat kesehatan permodalan dan meningkatkan ekuitas perusahaan.

Dalam prosesnya, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimum 1,66%. Rincian lebih lanjut mengenai alokasi dana, mekanisme pelaksanaan, serta ketentuan teknis akan disampaikan melalui prospektus resmi yang akan diterbitkan sebelum pelaksanaan. Pemegang saham akan diminta memberikan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 23 November 2026.

Pasar reaksi terhadap kabar ini terlihat dari penurunan harga saham PTRO sebesar 4,85% ke level Rp3.920 per saham pada pukul 14.19 WIB, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp39,54 triliun. Meskipun demikian, langkah ini tetap dianggap sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan finansial dan kesiapan perusahaan dalam mengeksekusi proyek-proyek besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya