Purbaya Jamin Stabilitas Himbara Tak Terdampak Pinjaman Kopdes
Pemerintah menjamin kestabilan keuangan bank milik negara meski menanggung cicilan pinjaman Kopdes Merah Putih melalui alokasi dana desa sebesar Rp240 triliun dalam enam tahun.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi keuangan bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap terjaga meski menanggung kewajiban pembayaran cicilan pinjaman proyek Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Ia menegaskan bahwa anggaran untuk melunasi pokok dan bunga pinjaman tersebut telah disiapkan secara bertahap dari Dana Desa. Alokasi sebesar Rp40 triliun per tahun telah dijadwalkan untuk periode enam tahun ke depan, mencapai total Rp240 triliun.
Pembayaran cicilan pertama sudah dalam tahap kesiapan, namun pencairannya masih menunggu kejelasan prosedural dari pemerintah. Menurut Purbaya, penundaan ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kesalahan administratif yang dapat mengganggu kewajaran pengelolaan keuangan negara. “Sudah siap dibayar, tapi kita tunggu prosedur yang jelas agar tidak terjadi kendala di kemudian hari,” ujarnya saat diwawancarai di kompleks parlemen.
Proses pembayaran tidak akan dilakukan secara serentak untuk seluruh proyek. Pemerintah akan memprioritaskan pembayaran terhadap proyek yang telah selesai dan telah melewati proses audit. Purbaya menjelaskan bahwa belum semua proyek pada tahap pertama telah diaudit secara menyeluruh, sehingga pembayaran disesuaikan dengan realisasi dan validasi hasil audit. “Kita tidak bisa menunggu semua selesai audit dulu. Yang sudah selesai kita bayar terlebih dahulu,” tegasnya.
Untuk proyek yang masih dalam proses, pembayaran akan dilakukan dengan syarat tertentu, termasuk komitmen tertentu dari pihak pelaksana agar proyek tidak mengulangi keterlambatan atau pelanggaran prosedur. Purbaya menekankan bahwa pemerintah tidak ingin menunda pembayaran hanya karena proses audit belum rampung, tetapi tetap menjaga prinsip akuntabilitas dan transparansi. “Yang belum selesai, kita lihat perkembangannya. Nanti dibayar dengan komitmen tertentu, pasti akan dibahas secara teknis,” ujarnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


